Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kaltim Liburkan Sekolah Imbas Asap Karhutla, MBG Tetap Prioritas di Tengah Prioritas Nasional Terabaikan

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Kaltim Liburkan Sekolah Imbas Asap Karhutla, MBG Tetap Prioritas di Tengah Prioritas Nasional Terabaikan
BAGIKAN:

Gubernur Rudy Mas’ud memutuskan meliburkan sekolah di Kalimantan Timur sejak Senin (14/9) akibat sisa asap karhutla yang masih terdeteksi, meski kondisi dinyatakan tidak memprihatinkan dibandingkan provinsi lain. Keputusan ini diambil meski Indeks Kualitas Udara (AQI) belum mencapai tingkat bahaya, namun masih memengaruhi kesehatan anak-anak, sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan tanpa gangguan.

Rudy, yang berbicara di Komisi II DPR Selasa (15/9), mengakui Kaltim tidak tergolong wilayah dengan tingkat karhutla yang memprihatinkan. Namun, sisa-sisa asap yang masih mengambang di udara mendorongnya untuk menjaga keamanan anak-anak dengan liburan sekolah sementara. “Saat ini masih aman, tapi anak-anak sekolah masih kita liburkan dan kita berikan masker untuk beraktivitas di luar,” ujarnya.

Sementara itu, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi menjadi daftar wilayah yang paling terdampak karhutla, berdasarkan data resmi yang disampaikan Rudy. Kaltim, meski tidak dalam daftar tersebut, tetap memprioritaskan kesehatan anak-anak dengan langkah preventif.

Di sisi lain, Kota Batam, Kepulauan Riau, juga melaksanakan Belajar Dari Rumah (BDR) sejak Rabu (15/9) akibat AQI 154 yang memasuki kategori tidak sehat. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, menjelaskan keputusan tersebut berdasarkan Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2026 dan Surat Edaran Wali Kota Batam Nomor 47 Tahun 2026 tentang kewaspadaan kabut asap.

BDR di Batam akan berlangsung hingga kualitas udara membaik dan dinyatakan aman. Selain itu, kepala sekolah diharuskan menyusun skenario pembelajaran jarak jauh yang terstruktur, memantau aktivitas murid, dan mendokumentasikan kehadiran mereka. Orang tua juga diminta mendampingi anak-anak selama pelaksanaan BDR, serta membatasi aktivitas luar rumah untuk menghindari paparan kabut asap.

Terkait MBG, Rudy menekankan program ini tetap menjadi prioritas utama di Kaltim, meski sekolah sementara libur. “MBG tetap berjalan di seluruh wilayah Kaltim, karena merupakan program yang tidak bisa terputus,” jelasnya, tanpa memberikan detail teknis pelaksanaannya di lapangan.

Analisis Redaksi

Kebijakan liburan sekolah di Kaltim dan Batam menunjukkan prioritas kesehatan anak di tengah krisis karhutla yang terus berdampak pada kualitas udara. Namun, kontras antara Kaltim dan wilayah lain yang lebih terdampak menimbulkan pertanyaan: mengapa Kaltim tidak termasuk dalam daftar wilayah kritis? Data resmi yang disampaikan Rudy menunjukkan Kaltim masih aman relatif, namun langkah preventif seperti liburan sekolah tetap diambil, membuktikan kepekaan pemerintah daerah terhadap risiko kesehatan anak.

Salah satu tantangan yang muncul adalah pelaksanaan MBG di tengah pandemi karhutla. Rudy menekankan program ini tetap berjalan, namun tidak dijelaskan bagaimana logistik dan distribusi akan berlangsung tanpa adanya kegiatan tatap muka. Hal ini menunjukkan kebutuhan sistem alternatif untuk menjamin akses anak-anak terhadap nutrisi, terutama di daerah terpencil. Selain itu, BDR di Batam mengungkapkan kerentanan wilayah perkotaan terhadap kabut asap, yang membutuhkan koordinasi lebih ketat antara pemerintah pusat dan daerah untuk mencegah dampak lebih lanjut.

Dari sudut pandang krisis karhutla, keputusan ini juga menegaskan bahwa Kaltim masih dalam zona aman, namun tidak berarti tidak perlu waspada. Prioritas nasional harus lebih konsisten dalam menangani karhutla, karena dampaknya tidak hanya terbatas pada satu wilayah. Pertanyaan yang muncul: apakah pemerintah pusat telah mempertimbangkan solusi jangka panjang untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan di masa depan? Tanpa tindakan yang tegas, risiko kabut asap akan terus mengancam kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang paling rentan.

Meow! Tanya Nesi!
😸