IHSG Diproyeksikan Lesu, Analis Sorot Support 6.290 Sebagai Kunci Rebound
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak melemah pada perdagangan Selasa (15/9) setelah gagal bertahan di atas rata-rata bergerak jangka pendek pada penutupan hari Senin.
- IHSG ditutup di level 6.534, turun 6,68 poin atau 0,1 persen dengan nilai transaksi Rp17,91 triliun.
- Teknikal Menunjukkan Risiko Koreksi Lanjutan Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG masih berisiko melanjutkan koreksi jangka pendek.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak melemah pada perdagangan Selasa (15/9) setelah gagal bertahan di atas rata-rata bergerak jangka pendek pada penutupan hari Senin. IHSG ditutup di level 6.534, turun 6,68 poin atau 0,1 persen dengan nilai transaksi Rp17,91 triliun.
Teknikal Menunjukkan Risiko Koreksi Lanjutan
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG masih berisiko melanjutkan koreksi jangka pendek. Menurut analisis gelombang Elliott, indeks berada pada bagian wave iv dari wave (c), membuatnya rentan menguji kembali area 6.290โ6.370 dalam skenario terburuk.
Herditya memetakan rentang pergerakan hari ini dengan support utama di 6.279 dan 6.201, serta resistance di 6.585 dan 6.633. Ia merekomendasikan pemantauan pada saham MEDC, RAJA, SSMS, dan AVIA.
SMA-20 dan Fibonacci Jadi Titik Acuan Kritis
Perspektif serupa disampaikan Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova. Ia menyoroti kegagalan IHSG bertahan di atas garis SMA-20 pada sesi kemarin sebagai sinyal bajish. Support klaster Fibonacci di 6.290 bertemu dengan garis SMA-60, membentuk zona pertahanan krusial.
"Rebound berpeluang terjadi jika penutupan harian IHSG masih berada di atas kedua support tersebut," ujar Ivan. Ia memproyeksikan rentang support lebih luas di 6.370, 6.290, dan 6.179, dengan resistance bertingkat hingga 7.071. Pilihan sahamnya mencakup ADMR, DEWA, dan ICBP.
Breadth pasar pada penutupan Senin menunjukkan dominasi penjual: 429 saham terkoreksi, 219 menguat, dan 141 stagnan. Kondisi ini memperkuat tekanan jangka pendek sebelum arah tren baru terbentuk.
Pertanyaan Terkait
Mengapa level 6.290 dianggap krusial? Level ini merupakan konvergensi support klaster Fibonacci dan garis SMA-60. Penembusan level ini berpotensi membuka jalan koreksi lebih dalam menuju 6.179.
Apa perbedaan pandangan kedua analis? Herditya (MNC) menggunakan analisis gelombang Elliott dengan target bearish 6.201, sedangkan Ivan (Binaartha) mengandalkan indikator moving average (SMA-20/60) dan Fibonacci dengan rentang support lebih lebar hingga 6.179.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Sinergi Bappenas-BRAN: Rencana Redistribusi 23.000 Hektare Tanah Kuciutkan Kesenjangan Ekonomi Nasional

Menkeu Suahasil Ingatkan K/L Jaga Efisiensi di Tengah Sisanya APBN 2026 Rp990 Triliun

Menteri UMKM Maman Abdurrahman Inisiasi Pengendalian Harga Tepung untuk Lindungi Laba Pelaku Usaha Mikro
