Saham Bayan Resources (BYAN) Anjlok 11 Persen di Tengah Ketidakpastian Rumor Akuisisi Haji Isam
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mencatatkan koreksi tajam pada perdagangan Senin (14/9) seiring merosotnya harga saham sebesar 11,13 persen ke level Rp10.975 per lembar, dipicu oleh ketidakpastian pasar merespons rumor akuisisi jumbo oleh kelompok usaha Haji Isam. Penurunan ini memperpanjang tren negatif setelah pada akhir pekan lalu (11/9) saham emiten batu bara raksasa ini juga melemah 5,73 persen ke level Rp12.350.
Pada sesi I perdagangan hari ini, saham BYAN sempat dibuka stagnan di level Rp12.350 dan sempat naik tipis ke Rp12.400. Namun, tekanan jual yang masif menyeret harganya jatuh hingga menyentuh titik terendah di Rp10.750 sebelum akhirnya ditutup melemah Rp1.375 dari posisi penutupan sebelumnya.
Spekulasi Akuisisi Rp52 Triliun dan Bantahan Manajemen
Tekanan terhadap saham emiten batu bara ini terjadi setelah munculnya laporan Bloomberg News yang menyebutkan entitas bisnis milik Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam mengajukan penawaran senilai US$3 miliar atau sekitar Rp52,53 triliun untuk mengambil alih 62 persen kepemilikan BYAN. Kendati demikian, kabar akuisisi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Sekretaris Perusahaan Bayan Resources, Jenny Quantero, menegaskan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia bahwa perseroan sama sekali tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan tersebut. Pihak manajemen juga menyatakan tidak memiliki informasi mengenai struktur transaksi maupun nilai yang beredar di publik.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji menilai koreksi tajam ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap ketidakpastian harga dan struktur transaksi, sementara Founder Republik Investor Hendra Wardana melihat pelemahan ini lebih didorong oleh aksi ambil untung yang wajar setelah ekspektasi pasar mereda, tanpa adanya perubahan pada fundamental kinerja keuangan Bayan Resources.


