Operasi SAR 8 Korban Kapal Jurnalis di Selat Sunda Diperpanjang
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten resmi memperpanjang operasi operasi sar gabungan selama tiga hari ke depan hingga Kamis (17/9), menyusul belum ditemukannya lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.
Kepala Basarnas Banten Al Amrad menyatakan, keputusan perpanjangan tersebut diambil berdasarkan hasil rapat evaluasi bersama gubernur setelah tujuh hari pencarian penuh sejak Senin (7/9). Evaluasi dilakukan untuk meninjau kembali berbagai hambatan di lapangan serta memetakan titik-titik koordinat yang belum terjangkau secara optimal oleh tim penyelamat.
Kendala Cuaca dan Metode Pencarian
Dalam operasi lanjutan ini, Basarnas tetap mengerahkan kekuatan penuh baik dari unsur personel maupun alutsista. Namun, efektivitas penggunaan alat utama, khususnya pemantauan udara menggunakan helikopter, sangat bergantung pada dinamika cuaca ekstrem, termasuk kecepatan angin dan intensitas debu vulkanik dari aktivitas gunung anak krakatau.
"Tetap kita menggunakan metode menggunakan kapal ya, termasuk juga pemantauan melalui udara. Semua itu tergantung nanti kondisi cuaca seperti apa," ujar Al Amrad.
Prosedur Standar Operasi SAR
Ahli Muda Bidang Kecelakaan Pelayaran dan Penerbangan Basarnas Rangga Aribowo menjelaskan bahwa perpanjangan masa pencarian didasarkan pada indikator penemuan tanda-tanda fisik korban, barang kepemilikan, maupun laporan valid dari saksi mata terkait sebaran material kecelakaan. Jika dalam batas waktu tambahan tidak ditemukan petunjuk baru, operasi dapat ditutup namun tetap berada dalam status siaga.
Sebagai informasi, insiden bermula ketika kapal cepat yang membawa delapan orang bertolak dari Dermaga Pegedongan, Carita, Pandeglang, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB. Lima jurnalis yang berada di kapal tersebut masing-masing adalah M. Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka), Yudhistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu), dan jurnalis lepas Donal Husni, serta tiga awak kapal yakni Warta (nakhoda), Surakman (ABK), dan Heriyanto (pemandu).
Pertanyaan Terkait
Berapa lama perpanjangan operasi SAR kapal jurnalis di Selat Sunda?
Operasi SAR diperpanjang selama tiga hari ke depan hingga Kamis (17/9) setelah melalui evaluasi tujuh hari pertama.
Siapa saja korban yang masih dalam pencarian?
Korban terdiri dari lima orang jurnalis dari berbagai media serta tiga awak kapal termasuk nakhoda dan pemandu wisata.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Ekuador Perketat Pengamanan, Noboa Berlakukan Jam Malam di Lima Provinsi Pesisir

Sinar Sosro dan Ancol Galang Aksi Lingkungan Sempena Hari Sumpah Pemuda

Jatim Raih Satya JKN Awards 2026: Khofifah Perketat Kepatuhan Pekerja dalam Program JKN
