NASA dan IBM Luncurkan Model AI Open Source untuk Pemetaan Kawah dan Es Bulan

NASA dan IBM merilis model kecerdasan buatan (AI) open source bernama NASA-IBM Lunar Foundation Model untuk mempercepat analisis data permukaan Bulan guna mendukung rencana kehadiran manusia yang berkelanjutan di satelit alami itu.
Model dilatih menggunakan jutaan data citra resolusi tinggi dan data topografi yang dikumpulkan selama 17 tahun terakhir oleh Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) NASA. Data tambahan juga berasal dari misi GRAIL, Lunar Prospector, serta misi SELENE/Kaguya milik JAXA Jepang.
Mengolah Data Skala Petabyte
Kepala Petugas Data Sains sekaligus Pejabat Kepala Petugas Data dan AI NASA, Kevin Murphy, menegaskan bahwa model ini lahir dari kebutuhan mengelola volume data yang masif.
"NASA telah menghabiskan puluhan tahun membangun catatan ilmiah yang luar biasa tentang Bulan, tetapi mengumpulkan data hanyalah sebagian dari pekerjaan. Kita juga harus membuat data lebih mudah dieksplorasi dan digunakan oleh para ilmuwan,"
kata Murphy melalui situs resmi NASA, Kamis (10/7).
Identifikasi Sumber Daya Vital
Sebagai alat pemetaan, model ini memungkinkan peneliti mengidentifikasi lokasi endapan es, kawah, serta kawasan vulkanik dengan kecepatan tinggi. Penemuan es menjadi fokus utama karena berpotensi menyediakan air dan oksigen—sumber daya krusial untuk pangkalan Bulan masa depan dan sebagai titik loncatan eksplorasi Mars.
Dengan fondasi ini, ilmuwan dapat merancang strategi evaluasi permukaan yang kasar, memahami sejarah geologi Bulan, dan merencanakan misi ilmiah mendatang secara lebih efisien.
Bagian dari Ekosistem AI NASA
Lunar Foundation Model adalah lanjutan dari strategi Kantor Kepala Petugas Data Sains NASA memanfaatkan AI untuk eksplorasi planet. Sebelumnya, kolaborasi serupa telah melahirkan model Prithvi untuk observasi Bumi (pemantauan bencana, pertanian) dan model Surya untuk prediksi cuaca antariksa seperti solar flares.
Model ini di-hosting publik di Hugging Face dengan kode sumber lengkap tersedia di GitHub, mengimplementasikan prinsip open science yang melibatkan tim dari NASA Ames, Goddard, Universities Space Research Association, SETI Institute, dan sejumlah universitas terkemuka.
BERITA TERKAIT (Teknologi)
Startup Barat 'Operasi' Model AI Tiongkok: Kalibrasi Nilai dan Keamanan Tanpa Censorship
HKMA Klaim Progres Strategi Fintech Satu Tahun, Fokus pada AI dan Tokenisasi

Komdigi Klarifikasi Kepmen 127: Kritik dan Jurnalisme Aman dari Takedown Sepihak
