Maudy Ayunda Minta Maaf Usai Konten Mindfulness Tuai Kritik: Akui Kurang Refleksi Soal Privilese

Selebriti
Nadia PutriNadia Putri
Sumber: CNN Selebriti
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Maudy Ayunda Minta Maaf Usai Konten Mindfulness Tuai Kritik: Akui Kurang Refleksi Soal Privilese
BAGIKAN:

Maudy Ayunda resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka pada Minggu (13/9) setelah konten videonya mengenai penerapan mindfulness di tengah maraknya kabar buruk di Indonesia memicu gelombang kritik pedas dari warganet. Video berjudul "mindfulness in the age of bad news" yang diunggah pada 21 Agustus tersebut dianggap tidak peka terhadap realitas pahit yang dialami masyarakat terdampak langsung oleh berbagai krisis di tanah air.

Kontroversi ini bermula saat Maudy membagikan pengalamannya yang merasa kewalahan secara emosional menyikapi berita duka, mulai dari isu kebakaran hutan hingga kebijakan pemerintah yang dinilai tidak tepat sasaran. Sebagai solusi guna menjaga kesehatan mental, ia menyarankan pengikutnya untuk melakukan "diet" berita agar tidak merasa patah semangat atau menjadi disfungsional dalam menjalani keseharian.

Kritik Pedas Warganet Soal Realitas dan Hak Istimewa

Namun, saran untuk menyaring berita buruk tersebut justru menuai reaksi keras. Publik menilai pandangan Maudy sangat tone-deaf karena bagi banyak orang, rentetan kejadian tersebut bukan sekadar konsumsi informasi, melainkan kenyataan hidup yang menghantam keselamatan mereka. Beberapa netizen bahkan menyebut bahwa kemampuan untuk mengabaikan berita negatif adalah sebuah privilese yang tidak dimiliki oleh warga yang sedang berjuang di lapangan.

"Bagi banyak dari kami, ini bukan sekadar berita. Ini adalah realitas kami. Kami tidak bisa mengabaikannya," tulis salah satu netizen di kolom komentar. Kritik lain juga menyoroti bahwa kaum terpelajar seharusnya memberikan solusi, bukan justru sibuk menjaga mental dengan cara menutup mata dari kesulitan yang dialami sesama.

Menanggapi arus kritik yang tak kunjung surut, Maudy akhirnya melayangkan klarifikasi sekaligus permohonan maaf melalui komentar yang disematkan pada unggahannya. Ia menyadari ada sudut pandang krusial yang luput ia refleksikan, yakni bahwa tidak semua orang punya pilihan untuk menjauh dari berita ketika dampaknya menyentuh langsung kehidupan, keluarga, dan pekerjaan mereka.

Maudy menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak bermaksud menjadikan kesehatan mental sebagai alasan untuk lepas tangan atau bersikap acuh tak acuh terhadap situasi negara. Sebaliknya, ia ingin mengajak audiens untuk tetap tangguh tanpa harus kehilangan kewarasan diri, dan menyatakan bersedia mendengarkan seluruh masukan publik sebagai bahan pembelajaran di masa depan.

Meow! Tanya Nesi!
😸