Pemerintah Indonesia Mencoba Mengembangkan Aplikasi Lokal untuk Menjadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi, Tetapi Tantangan Talenta Digital Menantang

Teknologi
Fitriani NingsihFitriani Ningsih
Sumber: CNN Nasional
Fitriani Ningsih
Fitriani Ningsih
Jurnalis Siber

Fokus pada isu keamanan siber, kecerdasan buatan, dan tren teknologi masa depan.

Pemerintah Indonesia Mencoba Mengembangkan Aplikasi Lokal untuk Menjadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi, Tetapi Tantangan Talenta Digital Menantang
BAGIKAN:

Indonesia sedang mengeksplorasi potensi ekonomi dari aplikasi digital melalui Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045, tetapi keberhasilan ini tergantung pada kemampuan talenta digital dan inovasi yang mampu bersaing global.

Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan pada Indonesia Application Summit 2026 bahwa aplikasi tidak hanya menjadi sarana transaksi dan hiburan, melainkan ekonomi digital yang mendominasi masa depan Indonesia. Dengan investasi sebesar Rp180 triliun pada 2025, subsektor aplikasi menjadi salah satu pemimpin, menyumbang Rp54,23 triliun.

Namun, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan Web3 membuka peluang besar, tetapi juga meningkatkan kebutuhan akan talenta digital yang handal. Menurut data, 63% tenaga kerja di sektor ini berasal dari generasi muda dan perempuan, tetapi tantangan dalam mengembangkan ekosistem inovasi lokal masih besar.

Rindekraf 2026–2045 mengidentifikasi 21 subsektor ekonomi kreatif, termasuk aplikasi, teknologi baru, dan konten digital, dengan tujuan memperkuat industri melalui kolaborasi pemerintah, bisnis, dan investor. Namun, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi, Indonesia harus lebih proaktif dalam mendorong inovasi lokal yang dapat bersaing di tingkat global.

Kritik: Meskipun potensi ekonomi aplikasi digital di Indonesia sangat besar, kebijakan Rindekraf harus lebih fokus pada pengembangan infrastruktur talenta dan dukungan teknis agar inovasi lokal tidak hanya menjadi eksportir teknologi asing.

Komentar ahli: Data menunjukkan bahwa kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB Indonesia saat ini mencapai 7,38%, tetapi pertumbuhan ini akan terhambat jika tidak didukung dengan talenta yang mampu mengembangkan aplikasi yang bersaing secara global. Tantangan utama bukan hanya investasi, melainkan kemampuan memproduksi inovasi lokal yang dapat bersaing di pasar internasional.

Meow! Tanya Nesi!
😸