Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kemenhub Nyatakan KM Virgo Laik Laut, Kontras dengan Temuan Pelampung Kosong

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNN Ekonomi
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Kemenhub Nyatakan KM Virgo Laik Laut, Kontras dengan Temuan Pelampung Kosong
BAGIKAN:

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa pada Minggu (13/9) telah memenuhi standar kelaiklautan dan keselamatan, baik berdasarkan evaluasi internal maupun Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menegaskan hal tersebut kepada media pada Senin (14/9). BKI sendiri merupakan lembaga pemeriksa kelayakan teknis kapal yang menjamin armada memenuhi persyaratan keselamatan dan standar teknis tertentu.

Kontras dengan Temuan di Lapangan

Pernyataan resmi ini berbenturan dengan kesaksian penumpang yang beredar di media sosial. Seorang warganet yang mengaku naik kapal tersebut pekan lalu menuturkan, dua lemari pelampung yang ia buka dalam kondisi kosong. Ia juga menghitung hanya terdapat dua sekoci dengan kapasitas tampung 20 penumpang, jauh dari jumlah total 243 orang yang berada di kapal, termasuk awak dan kru.

Informasi dari seorang ABK menyebutkan kapal tersebut baru berlayar dua bulan setelah dibeli bekas dari Jepang. Kondisi ini memicu pertanyaan publik mengenai efektivitas pengawasan pasca-pembelian kapal bekas.

Kronologi dan Data Korban

KM Virgo Transport 8 terbalik di perairan Laut Jawa pada pukul 02.00 Wita, Minggu (13/9), saat menempuh rute dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Kapal mengangkut 243 orang penumpang dan awak.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengonfirmasi hingga hari ini, 114 korban telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Sebanyak 129 orang lainnya masih dalam pencarian. Dari total yang ditemukan, 86 korban telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, dengan rincian 85 selamat dan satu meninggal dunia.

Analisis: Tekanan Ekonomi vs Standar Keselamatan

Insiden ini menyoroti dilema klasik di industri perkapalan nasional. Di tengah tekanan biaya operasional, pembelian kapal bekas menjadi pilihan ekonomis bagi operator. Namun, insiden ini menunjukkan bahwa efisiensi biaya tidak boleh mengorbankan aspek fundamental seperti keselamatan pelayaran. Jika temuan pelampung kosong dan kekurangan sekoci terbukti, maka ada celah serius dalam pengawasan pasca-pembelian yang harus segera dievaluasi oleh regulator untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸