Evaluasi 6 Bulan PP Tunas: Komdigi Catat 28 Juta Akun Anak Terlindungi di Platform Digital
Membahas teknologi dari kacamata pengembang dan inovasi perangkat lunak.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat sebanyak 28 juta akun anak di Indonesia berhasil mendapatkan perlindungan dari berbagai risiko siber setelah enam bulan pemberlakuan Peraturan Pemerintah (PP) Tunas. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengumumkan capaian tersebut dalam evaluasi pelaksanaan regulasi yang menyasar delapan platform digital utama, mulai dari YouTube, TikTok, X, hingga Roblox.
Capaian ini dipicu oleh penyesuaian fitur keselamatan secara mendasar dari sejumlah penyedia layanan digital. Roblox menjadi salah satu platform yang melakukan transformasi paling progresif dengan memindahkan secara otomatis 23 juta pengguna anak ke Roblox Kids melalui teknologi perlindungan anak berbasis verifikasi usia (*age estimation*) menggunakan pengenalan wajah serta penghapusan fitur percakapan dengan asing.
Klasifikasi Profil Risiko Platform Digital
Guna memperluas jangkauan pengawasan, Komdigi juga menerapkan mekanisme penilaian mandiri (*self-assessment*) bagi pengembang. Hingga awal September 2026, pemerintah telah memverifikasi 60 produk, layanan, dan fitur (PLF) yang terbagi menjadi dua kategori utama:
- Risiko Tinggi (22 PLF): Layanan yang dilarang memberikan akses bagi anak di bawah usia 16 tahun, meliputi aplikasi komunikasi seperti Telegram dan Discord, media sosial Pinterest dan Snap Video, aplikasi game seperti Valorant dan Age of Empires Mobile, e-commerce Lazada dan Blibli, serta platform streaming WeTV dan Vidio.
- Risiko Rendah (38 PLF): Layanan yang dinilai aman diakses anak dengan pendampingan orang tua, seperti Google Classroom, Canva Pendidikan, Ruang Guru, PlayStation Services, dan Apple Music.
Batas Waktu Penilaian Mandiri Hingga Akhir 2026
Penetapan profil risiko ini didasarkan pada kombinasi hasil *self-assessment* platform dan evaluasi pemerintah. Komdigi memberi tenggat waktu bagi platform digital lainnya yang belum melakukan penilaian mandiri hingga akhir tahun 2026. Apabila platform tidak kooperatif hingga batas waktu tersebut, pemerintah akan menentukan profil risiko platform secara sepihak demi memastikan keamanan ekosistem digital nasional.
Penerapan klasifikasi risiko dan sistem verifikasi usia otomatis ini menandai pergeseran standar keamanan digital Indonesia menuju pendekatan *safety-by-design*, di mana penyedia teknologi diwajibkan membangun benteng perlindungan sejak awal pengoperasian fitur.
Pertanyaan Terkait
Apa itu PP Tunas?
PP Tunas adalah Peraturan Pemerintah yang dirancang untuk melindungi anak-anak Indonesia dari berbagai risiko digital dengan mewajibkan platform internet menerapkan standar keselamatan pengguna di bawah umur.
Mengapa Roblox dianggap melakukan perubahan progresif?
Roblox menerapkan *age gate system* ketat berbasis pengenalan wajah, memindahkan 23 juta akun ke Roblox Kids, dan menonaktifkan fitur obrolan dengan orang tak dikenal untuk akun anak.
BERITA TERKAIT (Teknologi)

Riset NOAA Ungkap: Awan Tropis Mempercepat Pemanasan Global 71% Lebih Cepat dari Prediksi

Saham Intel Anjlok 29%, Investasi Pemerintah AS Rugi Rp 218 Triliun
China Catat Momen Historis: Volume Inferensi AI Melampaui Data Pelatihan
