Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Titik Api Karhutla di Kalimantan dan Sumatera Turun 121, tapi Dua Provinsi Justru Meningkat

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Titik Api Karhutla di Kalimantan dan Sumatera Turun 121, tapi Dua Provinsi Justru Meningkat
BAGIKAN:

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat penurunan signifikan titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera, dari 688 menjadi 567 titik pada Minggu (13/9). Namun, penurunan ini tidak merata—Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan justru mengalami lonjakan titik api, masing-masing bertambah 40 dan 41 titik, sementara Riau dan Jambi nihil.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, dalam keterangan tertulisnya, mengungkapkan bahwa penurunan terbesar terjadi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Data dari sistem SiPongi menunjukkan tren positif, tetapi peningkatan di dua provinsi tersebut menjadi alarm tersendiri.

Peningkatan di Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan: Fokus Patroli dan Pemadaman

Ristianto menegaskan bahwa lonjakan titik api di Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan menjadi perhatian serius. "Peningkatan yang terpantau di Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan menjadi perhatian dalam penguatan patroli, groundcheck, serta operasi pemadaman," ujarnya. Tim gabungan terus dikerahkan untuk melakukan operasi darat, water bombing, patroli udara, dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mencegah api meluas.

OMC sendiri telah digencarkan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Selama periode 5–14 September, tercatat 9 sortie penerbangan dengan 7.200 kilogram NaCl disemai di Kalimantan Barat, menyasar wilayah Mempawah, Singkawang, Bengkayang, Landak, Kubu Raya, Sanggau, Sekadau, Sintang, Ketapang, dan Kayong Utara. Hasilnya, estimasi volume air hujan mencapai 87,9 juta meter kubik. Sementara di Kalimantan Tengah, OMC berlangsung 6–15 September dengan 7 sortie dan 5.600 kilogram NaCl, menyasar Kapuas, Palangka Raya, Barito Selatan, Barito Utara, Barito Timur, dan Pulang Pisau.

Meski hujan buatan membantu pembasahan lahan, Ristianto mengingatkan bahwa ekosistem gambut menyimpan bara di bawah permukaan. "Pemadaman, pembasahan, dan pendinginan tetap dilakukan secara berkelanjutan karena bara dapat bertahan," jelasnya. Pemerintah menyiagakan 53 unit armada udara di enam provinsi prioritas—34 untuk water bombing, 19 untuk patroli dan OMC. Dukungan tambahan datang dari Jepang berupa tiga helikopter CH-47 Chinook yang telah tiba di Kalimantan Barat untuk memperkuat operasi water bombing.

Instruksi Presiden: Respons Dini dan Pencegahan

Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh jajaran pemerintah bertindak sedini mungkin pada setiap hotspot, tanpa menunggu api membesar. Presiden juga meminta penguatan pencegahan melalui pembasahan lahan dan penyediaan sumber air di daerah rawan. Kemenhut kembali mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melapor jika melihat asap atau titik api.

Data ini menunjukkan bahwa upaya pengendalian karhutla masih menghadapi tantangan serius, terutama di wilayah yang justru mengalami peningkatan. Evaluasi berkala dan respons cepat menjadi kunci untuk mencegah bencana asap yang kerap melanda Indonesia. Masyarakat diharapkan aktif berpartisipasi dalam pelaporan, karena deteksi dini adalah garda terdepan.

Meow! Tanya Nesi!
😸