⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Misteri 100 Tahun Terpecahkan: Rekonstruksi 3D Kuda Purba Equus ovodovi Berbasis DNA

TeknologiFitriani NingsihFitriani NingsihSumber: CNN Teknologi
Fitriani Ningsih
Fitriani Ningsih
Jurnalis Siber

Fokus pada isu keamanan siber, kecerdasan buatan, dan tren teknologi masa depan.

Misteri 100 Tahun Terpecahkan: Rekonstruksi 3D Kuda Purba Equus ovodovi Berbasis DNA
BAGIKAN:

Tim peneliti gabungan China dan Amerika Serikat berhasil mengungkap wajah asli Equus ovodovi, spesies kuda purba yang telah punah dan menjadi misteri selama lebih dari satu abad, melalui rekonstruksi tiga dimensi (3D) berbasis data DNA purba dan anatomi komparatif. Pengumuman ini disampaikan Universitas Jilin di China timur laut pada Kamis (10/9), bertepatan dengan momentum Tahun Kuda dalam zodiak China 2026.

Rekonstruksi ini bukan sekadar visualisasi biasa. Tim menggunakan data DNA purba berkualitas tinggi yang berhasil diekstrak pada 2022 dari fosil berusia sekitar 40.000 tahun yang ditemukan di sebuah gua di Siberia barat daya, Rusia. Karena fosil yang ditemukan hanya berupa serpihan rahang dan gigi tanpa tengkorak utuh, bentuk asli hewan ini selama ini mustahil dipastikan.

Dari Serpihan Tulang Menjadi Makhluk Utuh

Laboratorium bioarkeologi Universitas Jilin bekerja sama dengan perusahaan asal Amerika Serikat, Evolutio LLC, untuk membandingkan data genetik dengan spesies hidup seperti keledai liar Asia dan kuda domestik. Prosesnya mencakup rekonstruksi 3D kerangka, pembangunan struktur otot, hingga penyusunan rupa lengkap hewan yang digambarkan sebagai makhluk berbulu cokelat dengan ukuran hampir setara keledai ini.

Garis Keturunan Keempat yang Independen

Studi ini mengungkap bahwa Equus ovodovi merupakan garis keturunan keempat yang independen dalam pohon keluarga kuda, sejajar dengan kuda, zebra, dan keledai. Spesies ini diperkirakan terpisah dari garis utama sekitar 2,7 juta hingga 2,3 juta tahun lalu. Secara genetik, hewan ini ternyata lebih dekat dengan keledai dan zebra dibandingkan kuda domestik, dan diperkirakan bertahan hingga Zaman Perunggu sebelum akhirnya punah.

Peneliti utama Cai Dawei dari Universitas Jilin menegaskan bahwa penggabungan data genetik dengan bukti tulang dan bentuk tubuh memungkinkan ilmuwan memahami spesies punah sebagai organisme utuh. "Para ilmuwan dapat memahami spesies yang telah punah ini sebagai organisme yang utuh, mulai dari kerangkanya hingga penampilan fisiknya," ucap Dawei.

Kolaborasi ini dinilai berhasil mengisi kekosongan besar dalam pemahaman ilmiah mengenai rupa asli hewan tersebut. Evolutio LLC menyatakan seluruh tahapan kerja didasarkan pada data ilmiah yang dapat diverifikasi, sehingga model yang dihasilkan dapat dipakai untuk riset maupun edukasi sains. Keberhasilan ini membuka jendela baru bagi riset evolusi dan sejarah hewan purba yang pernah hidup berdampingan dengan manusia.

BERITA TERKAIT (Teknologi)

Meow! Tanya Nesi!
😸