BRICS Rintis Bursa Gandum Bersama Demi Amankan Pasokan Pangan Global
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Para pemimpin negara anggota kelompok BRICS sepakat mendorong pembentukan bursa perdagangan gandum bersama guna memperkuat ketahanan pangan dunia serta meredam volatilitas harga komoditas pertanian. Keputusan strategis tersebut dihasilkan dalam KTT BRICS di New Delhi pada Sabtu, 12 September, sebagai respons atas kerentanan rantai pasok global.
Dalam dokumen deklarasi bersama yang dirilis pada Minggu (13/9), blok ekonomi yang kini mencakup kekuatan-kekuatan utama seperti Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan ini menegaskan pentingnya kelanjutan diskusi terkait mekanisme operasional bursa gandum. Tidak hanya berfokus pada gandum, inisiatif ini juga membuka peluang ekspansi ke komoditas pertanian lainnya di masa mendatang.
Langkah ini dinilai krusial mengingat peran strategis negara-negara BRICS sebagai produsen pangan utama dunia. Melalui platform perdagangan terpadu ini, aliansi tersebut berupaya melindungi pasar domestik maupun internasional dari guncangan harga yang tajam, sekaligus mengantisipasi potensi kelangkaan pupuk yang kerap mengancam produktivitas agrikultur global.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

BPS: Impor RI Melonjak 18,41 Persen ke US$24,24 M, Didorong Kebutuhan Bahan Baku Industri

Bahlil Lahadali Kaji Moratorium Smelter Setengah Jadi untuk Dorong Hilirisasi Tuntas

Bank Mandiri Raih Sertifikasi ISO 27701, Perkuat Komitmen Pelindungan Data Pribadi Nasabah
