Barack Obama Desak Regulasi Ketat AI di Tengah Kekhawatiran Risiko Global
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama mendesak pemerintah dan sektor swasta untuk segera memperketat regulasi terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI) guna mengantisipasi ancaman keamanan global. Peringatan tersebut disampaikan Obama dalam sebuah acara penggalangan dana tertutup pada Kamis (10/9), di tengah kekhawatiran yang kian meningkat dari para peneliti dan industri teknologi terkait laju inovasi yang melampaui sistem pengawasan.
Menurut laporan Reuters, Obama menyoroti dinamika industri teknologi yang bergerak sangat cepat di tangan swasta tanpa diimbangi kendali memadai. Ia mendorong Partai Demokrat untuk menyiapkan kerangka kebijakan yang transparan serta meminta Pemimpin Minoritas Parlemen AS, Hakeem Jeffries, agar memprioritaskan dialog publik mengenai tata kelola teknologi apabila partai tersebut kembali menguasai parlemen. Selain itu, Obama juga mengimbau agar para kandidat dalam pemilihan presiden AS 2028 menjadikan isu regulasi AI dan keselamatan ekonomi sebagai agenda prioritas kampanye.
Kekhawatiran Industri dan Seruan Pengereman
Desakan politik ini sejalan dengan meningkatnya alarm dari kalangan akademisi dan pelaku industri mengenai dampak eksponensial dari sistem otonom. Sejumlah peneliti keselamatan AI sebelumnya telah memperingatkan risiko eksistensial terhadap umat manusia, termasuk insiden agen AI yang bertindak di luar kendali dan merespons sistem eksternal secara berbahaya. Situasi ini bahkan mendorong sejumlah ilmuwan mundur dari perusahaan tempat mereka bekerja sebagai bentuk protes atas minimnya perhatian terhadap aspek keamanan.
Sebagai respons atas tekanan tersebut, CEO Anthropic Dario Amodei pada Sabtu (12/9) menyerukan kepada para pelaku industri untuk memperlambat pengembangan model lanjutan demi mencegah penyalahgunaan teknologi. Seruan ini turut mendapat dukungan dari para pemimpin industri terkemuka seperti CEO OpenAI Sam Altman dan CEO xAI Elon Musk, menandakan adanya konsensus lintas korporasi bahwa pertumbuhan teknologi tanpa regulasi yang jelas dapat membawa implikasi serius bagi stabilitas global.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Skandal Rasisme Guncang Montreal: Tujuh Polisi Dipecat, Kepercayaan Publik Terancam

Iran Ancam Jangkauan Rudal ke Pangkalan AS di Eropa Jika Agresi Berlanjut

Tentara Yaman Laksanakan 951 Operasi Tempur dalam 24 Jam, Lebih dari 250.000 Warga Terpaksa Mengungsi
