Kemarau El Nino Keringkan Sungai, Distribusi CPO dan Beli TBS Terhambat
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono mengungkapkan kemarau panjang akibat El Nino telah mengeringkan sungai-sungai di kawasan konsesi, sehingga angkutan CPO via jalur air terhenti dan pembelian tandan buah segar (TBS) dari petani rakyat terganggu.
Logistik Sungai Lumpuh, Rantai Pasok Terputus
Martono menjelaskan bahwa meskipun industri telah proaktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kementerian terkait, dan aparat keamanan untuk antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak peringatan BMKG diterbitkan, tantangan logistik justru muncul dari sisi yang tidak terduga: ketinggian air sungai yang menurun drastis. "Distribusi CPO melalui angkutan sungai menjadi terhambat sehingga produksi terganggu dan pembelian TBS petani rakyat menjadi terganggu," ujarnya dalam wawancara Squawk Box, CNBC Indonesia, Rabu (9/9/2026).
Ketergantungan transportasi sungai di wilayah pedalaman Sumatera dan Kalimantan membuat industri kelapa sawit rentan terhadap variabilitas iklim. Ketika armada tongkang tidak bisa beroperasi, buah segar di kebun tidak bisa diangkut ke pabrik (PKS) tepat waktu, berisiko menurunkan rendemen minyak dan kualitas CPO.
Fokus Antisipasi: Kebakaran vs Logistik
GAPKI dan pihak terkait telah menyiapkan alat pemadam hingga sistem pemantauan titik api di lokasi konsesi. Namun, Eddy menilai mitigasi bencana kebakaran saja tidak cukup. Industri membutuhkan solusi logistik alternatif atau manajemen air yang lebih adaptif untuk menjaga kelancaran rantai pasok saat musim kemarau ekstrem berlangsung panjang.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

BPS Catat Surplus Neraca Dagang RI September 2025 Tembus US$3,36 Miliar, Melebihi Ekspektasi Ekonom

PLN Tetapkan Tarif Listrik Non-Subsidi Q4 2026 Tetap, Berikut Daftar 13 Golongan

Doha Jadi Pusat Perundingan Kritis: Iran dan Qatar Dorong Akhir Konflik AS-Israel
