BBM Nonsubsidi Tembus Rp20 Ribu, Pertamina Ungkap Dampak Krisis Energi
Membawa perspektif segar dalam dunia otomotif roda dua dari kacamata perempuan.

PT Pertamina Patra Niaga memproyeksikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi seperti pertamax dan Pertamina Dex berpeluang melambung hingga kisaran Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per liter akibat lonjakan harga minyak mentah global yang belum mereda.
Proyeksi tersebut disampaikan oleh Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, dalam acara media gathering di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, pada Jumat (11/9). Menurut Eko, krisis energi global saat ini menghadirkan tantangan berat akibat gejolak di Timur Tengah yang memukul sektor energi secara masif, diperparah oleh pemblokiran Selat Hormuz yang memicu efek domino pada ketersediaan dan kestabilan harga.
Di pasar internasional, harga minyak mentah kembali melampaui ambang US$100 per barel. Mengutip data Reuters pada Jumat (11/9), patokan minyak mentah Brent naik US$1,05 atau 1 persen ke posisi US$108,68 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 95 sen ke level US$103,45 per barel. Secara kumulatif mingguan, kedua jenis minyak mentah tersebut melonjak mendekati 13 persen.
Prospek Harga dan Harapan Pasar
Pertamina berharap nilai tukar komoditas minyak dunia dapat segera melandai kembali ke kisaran US$60 hingga US$70 per barel seperti era sebelum krisis geopolitik. Apabila harga minyak global tidak kunjung turun, beban biaya produksi dan distribusi bahan bakar di dalam negeri dipastikan akan terus tertekan, memaksa penyesuaian harga di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
BERITA TERKAIT (Otomotif)

Polisi Gencar Kejar Pengendara Knalpot Brong, Ancam Pidana Kurungan Sebulan dan Denda

Veda Ega Naik ke Posisi Ketujuh Klasemen Moto3 2026 Usai Podium di Malaysia

Yamaha Tarik Diri dari MotoGP Qatar, Puluhan Pebalap Khawatir Eskalasi Konflik Timur Tengah
