Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Rupiah Lesu ke Rp17.585 per Dolar AS, Sinyal Bahaya Baru di Tengah Gejolak Timur Tengah

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Rupiah Lesu ke Rp17.585 per Dolar AS, Sinyal Bahaya Baru di Tengah Gejolak Timur Tengah
BAGIKAN:

Nilai tukar rupiah kembali lesu ke level Rp17.585 per dolar AS pada Jumat (11/9) pagi. Mata uang Garuda melemah 38 poin atau 0,22 persen dari perdagangan sebelumnya. Tekanan ini muncul saat dolar AS kembali perkasa di tengah kenaikan imbal hasil obligasi dan harga minyak dunia, serta kekhawatiran bahwa gangguan pasokan imbas perang di Timur Tengah dapat berlangsung lebih lama.

Mayoritas mata uang kawasan Asia justru bergerak di zona hijau. Yen Jepang menguat 0,02 persen, baht Thailand melemah 0,13 persen, yuan China menguat 0,03 persen, peso Filipina melemah 0,33 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,22 persen. Dolar Singapura dan dolar Hong Kong masing-masing menguat tipis 0,01 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini.

Mata Uang Utama dan Asia Pasifik

Mata uang utama negara maju bergerak bervariasi. Euro Eropa menguat 0,01 persen, poundsterling Inggris melemah 0,02 persen, dan franc Swiss melemah 0,04 persen. Dolar Australia menguat 0,03 persen, sedangkan dolar Kanada melemah 0,04 persen.

Analisis: Tekanan Rupiah dan Risiko Geopolitik

Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat di tengah kenaikan imbal hasil obligasinya dan harga minyak dunia. “Hal ini seiring kekhawatiran bahwa gangguan pasokan imbas perang di Timur Tengah dapat berlangsung lebih lama,” ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak di rentang Rp17.500 per dolar AS hingga Rp17.650 per dolar AS.

Dalam kacamata saya, pelemahan rupiah kali ini bukan sekadar respons teknis harian. Pasar sedang memberi premi risiko pada negara importir minyak seperti Indonesia ketika tensi geopolitik menaikkan harga energi dan mengalirkan modal ke aset safe haven. Selama yield obligasi AS bertahan tinggi, ruang apresiasi rupiah tetap tipis. Pelaku usaha perlu memperkuat lindung nilai, importir wajib menghitung ulang struktur biaya, dan eksportir bisa memanfaatkan momentum untuk mengunci penerimaan valas.

FAQ Terkait Berita Ini

Mengapa rupiah melemah ke Rp17.585 per dolar AS?

Karena dolar AS menguat seiring kenaikan imbal hasil obligasi AS dan harga minyak dunia, ditambah kekhawatiran gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah.

Berapa proyeksi rentang rupiah hari ini?

Analis memperkirakan rupiah bergerak di rentang Rp17.500 hingga Rp17.650 per dolar AS.

Apa dampaknya bagi pelaku usaha?

Importir menghadapi biaya bahan baku lebih tinggi, sehingga lindung nilai dan efisiensi kas menjadi krusial; eksportir berpeluang menikmati nilai tukar yang lebih kompetitif.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ