Pramono Anung Buka Opsi CFD Dua Kali Sepekan demi Tekan Polusi Jakarta
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan usulan Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat agar Car Free Day digelar dua kali sepekan, yakni Sabtu dan Minggu, tengah dibahas di internal Balai Kota. Menurut Pramono, usulan itu cukup rasional untuk menangani polusi udara. Pernyataan tersebut disampaikan di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (11/9).
Usulan Menteri dan Respons Balai Kota
Pramono mengaku telah membaca usulan Jumhur. Ia menilai gagasan itu tidak bisa dipandang sebelah mata, terutama karena Jakarta masih menghadapi persoalan kualitas udara. Karena itu, pembahasan internal sudah dilakukan sebelum keputusan diambil.
Meski menyebut rasional, Pramono tidak memberikan tenggat kapan kebijakan itu akan diputuskan. Ia hanya menegaskan bahwa Pemprov DKI akan mempertimbangkan usulan tersebut secara matang pada waktu yang tepat.
CFD Tak Hanya di Sudirman-Thamrin
Pramono menjelaskan, Car Free Day di Jakarta tidak lagi terpusat di Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said. Setiap kota administrasi di Jakarta kini memiliki ruang untuk menggelar CFD. Kondisi ini, menurutnya, menjadi modal awal jika pemerintah hendak memperluas frekuensi CFD.
Namun, penambahan hari CFD tetap memerlukan kajian. Sebab, kebijakan ini menyentuh mobilitas warga, aktivitas ekonomi kawasan, dan rekayasa lalu lintas yang tidak sederhana.
Analisis: Rasional, tetapi Butuh Data dan Rancangan
Menggandakan CFD dari satu menjadi dua hari bukan sekadar menambah penutupan jalan. Kebijakan ini berpotensi menurunkan emisi, tetapi juga bisa memindahkan kemacetan ke ruas lain. Tanpa data kualitas udara sebelum-sesudah serta evaluasi dampak transportasi, usulan ini berisiko menjadi simbol lingkungan tanpa hasil terukur.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu menjelaskan dasar ilmiah, skenario uji coba, dan mekanisme evaluasi. Jika hanya mengikuti tekanan politik atau momentum, kebijakan CFD dua kali sepekan bisa kehilangan legitimasi di mata warga.
Keputusan Menunggu Pertimbangan Pemprov
Pramono menegaskan, usulan itu akan dipertimbangkan terlebih dahulu sebelum diputuskan. Artinya, belum ada kepastian apakah CFD akan benar-benar digelar dua kali sepekan dalam waktu dekat.
Yang jelas, wacana ini membuka ruang diskusi tentang arah kebijakan lingkungan Jakarta. Publik menunggu apakah langkah tersebut akan menjadi terobosan atau sekadar wacana yang berhenti di meja rapat.
FAQ Terkait Berita Ini
Apa usulan Menteri Lingkungan Hidup?
Jumhur Hidayat mengusulkan CFD digelar Sabtu dan Minggu untuk menangani polusi udara dan menjadikan Jakarta contoh.
Bagaimana sikap Pramono Anung?
Ia menilai usulan itu rasional dan sedang dibahas internal Balai Kota, tetapi belum diputuskan.
Apakah CFD hanya ada di Sudirman-Thamrin?
Tidak. Pramono menyebut setiap kota di Jakarta kini punya ruang untuk CFD.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Bank Neo Commerce Raih Laba Bersih Rp430,98 Miliar, Kualitas Aset Terus Memperbaik

Mengapa Kita Sering Merasa Ditinggalkan: Memahami Fenomena Psikologis 'Liking Gap'

Wamen LH Desak Pemkot Pekalongan Tutup TPA Degayu Usai Kebakaran Berulang
