Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Iran Hantam Pangkalan Udara AS di Yordania: A-10 Rusak Parah, 8 F-15 Terdampak, Brent Tembus US$100

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Iran Hantam Pangkalan Udara AS di Yordania: A-10 Rusak Parah, 8 F-15 Terdampak, Brent Tembus US$100
BAGIKAN:

Serangan Iran menghantam Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di dekat Azraq, Yordania, sekitar 100 kilometer timur laut Amman, pada Selasa malam. Akibatnya, satu jet A-10 Thunderbolt atau Warthog mengalami kerusakan parah pada sayap, sementara sekitar delapan jet tempur F-15 terdampak kerusakan ringan dan masih dapat beroperasi. Tidak ada personel AS yang tewas. Insiden ini memperpanas konflik AS dan Iran di tengah ketegangan yang kembali membara di Selat Hormuz.

Mengutip CBS News, Jumat 11 September 2026, pangkalan tersebut merupakan salah satu pusat operasi udara AS di Timur Tengah. Pasukan AS disebut menembakkan lebih dari 30 rudal pencegat Patriot. Yordania menyatakan berhasil mencegat 18 rudal Iran, sedangkan dua rudal lain jatuh di wilayah tidak berpenghuni tanpa korban.

CENTCOM Bantah Klaim Iran, tetapi Kerusakan Pesawat Belum Dikonfirmasi

Komando Pusat AS atau CENTCOM belum mengonfirmasi kerusakan pesawat. Namun, CENTCOM membantah klaim Iran bahwa dua kapal perusak Angkatan Laut AS terkena serangan. CENTCOM juga menyebut pasukannya telah menghancurkan 10 kapal pengangkut minyak mentah Iran sejak 5 September, termasuk lima kapal pada Selasa.

Dari kacamata ekonomi makro, serangan ini bukan sekadar peristiwa militer. Pasar energi sudah merespons dengan kenaikan harga minyak Brent kembali menembus US$100 per barel atau sekitar Rp1,75 juta per barel. Angka itu mencerminkan premi risiko geopolitik yang mahal, bukan semata gangguan pasokan aktual.

Selat Hormuz dan Risiko Rantai Pasokan Global

Selat Hormuz adalah jalur strategis yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global. Pembatasan lalu lintas oleh AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan kontrol pelayaran yang diberlakukan Teheran memperbesar kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Bagi Indonesia, efeknya bisa terasa melalui harga BBM, inflasi impor, dan tekanan fiskal jika subsidi energi kembali membengkak.

Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang lebih banyak kapal Iran apabila Teheran terus menargetkan aset Amerika. Trump juga menuding Iran sengaja memperpanjang konflik untuk memengaruhi pemilihan paruh waktu AS dan memberi keuntungan politik bagi Partai Demokrat. Iran membalas dengan menuduh Washington memperburuk ketidakstabilan Timur Tengah.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan jika AS benar-benar menginginkan perdamaian, Washington harus menghentikan intervensi yang merusak dan mengacaukan stabilitas di kawasan. Teheran juga memperingatkan negara-negara tetangga agar tidak memberikan wilayah maupun ruang udara untuk mendukung operasi militer AS, setelah sebelumnya melancarkan serangan terhadap sejumlah aset Amerika di Bahrain, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Yordania.

Analisis saya: pelaku pasar perlu mulai memperhitungkan skenario gangguan pasokan yang lebih lama, bukan sekadar lonjakan harga jangka pendek. Selama Selat Hormuz menjadi medan tawar-menawar militer, volatilitas minyak akan tetap tinggi. Pemerintah Indonesia sebaiknya memperkuat bantalan fiskal dan diversifikasi sumber energi, bukan hanya mengandalkan asumsi harga minyak yang stabil.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa yang terjadi di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti? Iran menghantam pangkalan AS di Yordania pada Selasa malam. Satu jet A-10 rusak parah dan sekitar delapan F-15 mengalami kerusakan ringan.

Apakah ada korban jiwa? Tidak ada personel AS yang tewas. Yordania menyatakan dua rudal Iran jatuh di wilayah tidak berpenghuni tanpa korban.

Mengapa harga minyak naik? Harga Brent kembali menembus US$100 per barel karena eskalasi konflik di Timur Tengah dan kekhawatiran gangguan pasokan melalui Selat Hormuz.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸