Gubernur Banten Ikut Sisir Perairan Rakata, 5 Jurnalis Masih Hilang di Selat Sunda

Gubernur Banten Andra Soni turun langsung dalam operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak speedboat yang hilang kontak sejak Senin (7/9) lalu. Ia ikut berlayar menggunakan KN SAR 247 Tetuka dari Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, Jumat (11/9) pagi, menyisir perairan Pulau Rakata dan sekitar Gunung Anak Krakatau.
"Setelah empat jam perjalanan kita telah mendekati lokasi dan ini masih di area yang aman, artinya di luar 3 KM dari Gunung Anak Krakatau. Ini kita sedang memutari Pulau Rakata," ujar Andra Soni dalam keterangannya di Pandeglang, Jumat.
Dari atas kapal, ia menunjukkan Pulau Rakata Besar dan siluet Gunung Anak Krakatau kepada awak media. Ia juga menyampaikan bahwa Tim SAR Gabungan yang berada di kapal RIB 02 tengah melakukan penyisiran di Pulau Sertung, tak jauh dari kawasan vulkanik tersebut.
Keterlibatan orang nomor satu di Banten ini menyoroti pentingnya koordinasi lintas sektor dalam operasi pencarian jurnalis. Namun, di balik itu, muncul pertanyaan kritis: mengapa lima jurnalis bisa sampai terjebak di zona berbahaya tanpa protokol keselamatan yang memadai? Investigasi lebih dalam perlu dilakukan untuk memastikan tidak ada kelalaian dalam persiapan peliputan bencana.
13 Kapal Dikerahkan, Empat Sektor Penyisiran
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan 13 kapal pada hari keempat pencarian. Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menyebutkan ke-13 alutsista tersebut terbagi dalam empat sektor, meliputi KRI Kerambit 627, KN SAR Tetuka, KP Hayabusa, KN SAR Basudewa, KRI Leuser 924, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RBB P Peucang, RIB Lampung, KAL Pahowang, TB Gunung Santri, dan KRI Lepu.
"Untuk hari ini, kami menggerakkan 13 alutsista yang terbagi dalam empat sektor," kata Al Amrad di Pos SAR Marina Carita, Pandeglang.
Tim SAR gabungan juga memonitor pulau-pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau, termasuk Pulau Sebesi, Pulau Krakatau, Pulau Panjang, dan Pulau Sertung. Satu RIB dari Lampung akan mengelilingi perairan sekitar Pulau Sebesi.
Lima Jurnalis yang Hilang Kontak
Pewarta foto ANTARA Muhammad Bagus Khoirunas tercatat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau bersama empat pewarta foto lainnya: Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni (fotografer lepas), Yudhistira dari iNews, dan Daus dari Anadolu. Kelimanya hilang kontak sejak Senin (7/9) saat dalam perjalanan menuju kawasan perairan Selat Sunda untuk meliput aktivitas erupsi.
Hingga Jumat sore, belum ada tanda-tanda keberadaan mereka. Operasi pencarian terus dilakukan dengan mengerahkan personel dan teknologi yang ada. Basarnas bersama TNI, Polri, dan relawan bahu-membahu menyisir setiap titik yang diduga menjadi lokasi terakhir para jurnalis.
Dalam situasi seperti ini, pemerintah daerah dan pusat dituntut tidak hanya reaktif, tetapi juga membangun sistem peringatan dini dan pelatihan keselamatan bagi jurnalis yang bertugas di wilayah rawan bencana. Tanpa itu, tragedi serupa bisa terulang.
FAQ Terkait Berita Ini
Siapa saja jurnalis yang hilang? Lima jurnalis: Muhammad Bagus Khoirunas (ANTARA), Arie Basuki (merdeka.com), Donal Husni (fotografer lepas), Yudhistira (iNews), dan Daus (Anadolu).
Kapan mereka hilang kontak? Sejak Senin, 7 September, saat menuju perairan Selat Sunda untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Di mana lokasi pencarian? Di sekitar Pulau Rakata, Pulau Sertung, Pulau Sebesi, Pulau Panjang, dan perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

200 Warga Pondok Bambu Ikuti Sosialisasi Jemput Bola Perlindungan Sosial dan Desil

Ancol Transformasi Masjid Apung An-Nur Jadi Pusat Ibadah dan Silaturahmi Sosial

Cegah Balap Liar, Pemkot Jaksel Tutup Lima Akses JLNT Antasari Saat Akhir Pekan
