Ar-Raihan ISTS Pionir Sekolah Islam Berbasis Teknologi di Lampung, Sinyal Daya Saing Baru
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Ar-Raihan Islamic Science-Tech School (ISTS) menempatkan diri sebagai pelopor adaptasi teknologi informasi di lingkungan sekolah Islam di Bandar Lampung. Kiprah ini menjadi sorotan dalam program Power Lunch CNBC Indonesia, Jumat (11/09/2026), ketika kualitas dan akses pendidikan Lampung terus meningkat di berbagai jenjang, baik negeri maupun swasta.
Bagi Ar-Raihan ISTS, teknologi bukan sekadar pelengkap. Sekolah ini menjadikan perangkat digital, sistem informasi, dan metode pembelajaran berbasis sains-teknologi sebagai bagian inti proses belajar. Pilihan itu menegaskan bahwa sekolah Islam berbasis teknologi dapat tumbuh di daerah, bukan hanya di kota besar.
Mengapa Ini Penting bagi Ekonomi Lampung
Dari kacamata ekonomi makro, kualitas pendidikan adalah investasi sumber daya manusia yang menentukan produktivitas jangka panjang. Ketika Ar-Raihan Islamic Science-Tech School mengadopsi teknologi, sinyal yang dikirim bukan hanya soal prestise sekolah. Ada potensi penguatan kompetensi lulusan, percepatan literasi digital, dan peningkatan daya saing tenaga kerja lokal.
Lampung memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Sumatera. Jika adopsi teknologi pendidikan menyebar, dampaknya bisa terasa pada sektor usaha kecil, industri pengolahan, hingga layanan berbasis digital. Namun, teknologi tanpa penguatan guru, kurikulum, dan infrastruktur hanya akan menjadi alat mahal tanpa hasil optimal.
Karena itu, langkah Ar-Raihan ISTS layak dibaca sebagai awal. Pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga pendidikan perlu memastikan model ini dapat direplikasi, bukan berhenti sebagai pilot project. Di titik itu, pendidikan bukan lagi beban anggaran, melainkan mesin pertumbuhan.
FAQ Terkait Berita Ini
Apa yang membuat Ar-Raihan ISTS berbeda? Sekolah ini mengintegrasikan teknologi informasi dan pendekatan sains-teknologi ke dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari di Bandar Lampung.
Mengapa adaptasi teknologi di sekolah Islam penting? Karena teknologi memperluas akses, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan menyiapkan lulusan menghadapi pasar kerja digital.
Apa tantangan utamanya? Kesiapan guru, infrastruktur digital, dan keberlanjutan pendanaan agar adopsi teknologi tidak sekadar simbolis.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

BPS Catat Surplus Neraca Dagang RI September 2025 Tembus US$3,36 Miliar, Melebihi Ekspektasi Ekonom

PLN Tetapkan Tarif Listrik Non-Subsidi Q4 2026 Tetap, Berikut Daftar 13 Golongan

Doha Jadi Pusat Perundingan Kritis: Iran dan Qatar Dorong Akhir Konflik AS-Israel
