Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

250 PLTU RI Simpan 'Harta Karun' Logam Tanah Jarang, Nilainya Capai Ribuan Triliun!

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

250 PLTU RI Simpan 'Harta Karun' Logam Tanah Jarang, Nilainya Capai Ribuan Triliun!
BAGIKAN:

Badan Industri Mineral (BIM) mengidentifikasi potensi 'harta karun' berupa logam tanah jarang (LTJ) yang tersimpan pada sisa pembakaran di lebih dari 250 PLTU di Indonesia. Temuan ini disampaikan dalam acara Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia dan dikutip Jumat (11/9/2026), menjadi sinyal bahwa sumber daya sekunder dari operasional pembangkit listrik bisa menjadi tulang punggung ekonomi hijau masa depan.

Deputi Bidang Riset dan Pengembangan Teknologi BIM, Yogi Wibisono Budhi, menyatakan bahwa pemetaan sumber daya mineral strategis nasional kini fokus pada sumber sekunder. 'Kita mempunyai misalkan monasit, ada senotim, ada IAC di kawasan Mamuju. Kemudian juga ada red mud, ada fly ash bottom ash yang ada di sejumlah PLTU, yang kita mempunyai lebih dari 250 PLTU yang tersebar di Indonesia. Dan di situ terkandung sejumlah logam tanah jarang yang menjadi challenging untuk bisa kita berdayakan,' ujarnya.

Kebutuhan Global Melonjak, Indonesia Tak Boleh Hanya Jadi Penonton

Data International Energy Agency (IEA) yang dikutip BIM menunjukkan kebutuhan mineral untuk kendaraan listrik meningkat enam kali lipat, sementara untuk pembangkit listrik tenaga angin darat melonjak sembilan kali lipat dibandingkan sistem pembangkit gas. Logam tanah jarang terdiri dari 17 unsur, dengan neodymium, praseodymium, dysprosium, terbium, dan yttrium sebagai bahan baku magnet permanen motor listrik dan turbin angin, serta scandium untuk paduan aluminium.

Analisis saya: ini bukan sekadar cerita tentang cadangan, melainkan tentang hilirisasi. Selama Indonesia hanya mengekspor bahan mentah dan mengimpor produk jadi, kerugian nilai tambah bisa mencapai ribuan triliun rupiah. Persaingan global telah bergeser dari kepemilikan cadangan menuju kemampuan membangun rantai pasok. BIM berencana mengorkestrasikan kerja sama lintas kementerian, lembaga, BRIN, perguruan tinggi, dan industri untuk mengakselerasi riset ekstraksi dan pemurnian di dalam negeri.

'Peran BIM hadir di sini adalah untuk memotong gap tersebut. Kita ingin menghubungkan antara hasil-hasil riset yang ada di perguruan tinggi dan lembaga riset seperti BRIN, dengan kebutuhan riil industri,' tandas Yogi.

Dengan potensi sebesar ini, Indonesia memiliki peluang emas untuk menjadi pemain kunci dalam rantai pasok logam tanah jarang dunia. Namun, tanpa eksekusi cepat dan kebijakan yang konsisten, 'harta karun' di 250 PLTU itu hanya akan menjadi limbah yang menumpuk tanpa nilai tambah.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa itu logam tanah jarang (LTJ)?
LTJ adalah 17 unsur logam dalam tabel periodik yang digunakan sebagai material dasar teknologi maju, seperti ponsel, baterai EV, turbin angin, dan rudal.

Mengapa PLTU berpotensi menyimpan LTJ?
Sisa pembakaran batu bara seperti fly ash dan bottom ash (FABA) mengandung monasit, senotim, dan ion-adsorbed clay yang kaya akan LTJ.

Apa tantangan utama pemanfaatan LTJ di Indonesia?
Proses pemisahan menjadi single element sangat kompleks, plus kebutuhan membangun rantai pasok dan riset ekstraksi yang masih tertinggal.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ