Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Tragedi Muliama: 3 Petugas Pertanian Tewas Ditembak, Amran Minta Negara Hadir Lebih Kuat

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Tragedi Muliama: 3 Petugas Pertanian Tewas Ditembak, Amran Minta Negara Hadir Lebih Kuat
BAGIKAN:

Menteri Pertanian merangkap Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman buka suara soal penembakan yang menewaskan tiga petugas Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Kampung Muliama, Papua Pegunungan, Rabu (9/9) sore. Insiden terjadi sekitar pukul 15.53 WIT saat rombongan 11 pegawai sedang dalam perjalanan dari Wamena menuju Muliama untuk meninjau kegiatan cetak sawah dan menyalurkan bantuan ternak. Aparat menduga penembakan dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dari wilayah Nduga, namun motif dan identitas pelaku masih didalami.

Amran menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Menurutnya, ketiga petugas adalah pahlawan pangan yang gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan. “Atas nama Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan pribadi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Mereka adalah pahlawan pangan yang gugur dalam tugas mulia, membawa bantuan ternak untuk saudara-saudara kita di pedalaman Papua,” ujar Amran dalam keterangan resmi, Kamis (10/9).

Dari kacamata ekonomi makro, insiden ini bukan sekadar catatan kriminal. Ketika petugas pangan tidak aman, rantai pasok pedalaman terganggu, biaya logistik naik, dan target ketahanan pangan di wilayah rawan konflik berisiko meleset. Premi risiko keamanan yang meningkat juga dapat menekan minat investasi di sektor pertanian dan peternakan Papua. Negara tidak cukup hanya mengejar produksi; ia wajib menjamin keselamatan aktor di lapangan.

Amran meminta aparat memberikan jaminan keamanan bagi petugas yang menjalankan program bantuan ternak dan ketahanan pangan. Ia juga meminta Operasi Damai Cartenz bersama jajaran TNI-Polri mengusut tuntas pelaku penembakan. “Program bantuan pangan dan ternak untuk masyarakat Papua tidak boleh berhenti karena ancaman kekerasan. Negara harus hadir lebih kuat, melindungi setiap pahlawan pangan yang bertaruh nyawa demi menjamin kecukupan pangan rakyat Papua,” tegasnya.

Satgas Operasi Damai Cartenz mengungkap penembakan terjadi pada Rabu (9/9) sekitar pukul 15.53 WIT. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan tiga pegawai berstatus ASN tewas. Mereka yakni WB (24), AR (49) yang merupakan Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya, serta AAM (35). WB mengalami luka tembak di pinggang kanan dan meninggal setelah penanganan medis di RSUD Wamena. AR mengalami luka tembak di perut dan meninggal di lokasi. AAM mengalami luka tembak di kepala bagian belakang serta tangan kiri dan juga meninggal di lokasi.

Pasca kejadian, tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Jayawijaya bergerak ke lokasi untuk pengamanan, penyelidikan, dan evakuasi korban. Petugas menyisir sekitar Puskesmas Muliama serta lokasi yang diduga menjadi tempat penembakan dan mengamankan delapan saksi yang berada bersama rombongan. Kementan dan Bapanas menyatakan program bantuan ternak dan pangan di wilayah Papua Pegunungan tetap berjalan, seraya memberikan dukungan kepada keluarga korban.

Amran berharap aparat segera mengungkap kasus tersebut sekaligus memastikan kejadian serupa tidak terulang. “Kami sangat berduka mendengar kabar ini. Semoga aparat keamanan dapat segera mengungkap kasus ini dan memastikan tidak terulang kembali. Kita ingin pembangunan pertanian di Papua kuat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

FAQ Terkait Berita Ini

Siapa korban penembakan di Muliama? Tiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya: WB (24), AR (49) Kepala Bidang Peternakan, dan AAM (35).

Kapan dan di mana insiden terjadi? Rabu, 9 September, sekitar pukul 15.53 WIT di Kampung Muliama, Papua Pegunungan.

Apa respons pemerintah? Menteri Pertanian meminta pengusutan tuntas dan jaminan keamanan; program bantuan ternak dan pangan tetap dilanjutkan.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸