Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

SPKLU Suvarna Sutera Memanas: Perkelahian Rebutan Cas Baterai EV Berujung Laporan Polisi

KriminalSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

SPKLU Suvarna Sutera Memanas: Perkelahian Rebutan Cas Baterai EV Berujung Laporan Polisi
BAGIKAN:

Insiden perkelahian di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Samanea, Kawasan Suvarna Sutera, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026) malam, membuka persoalan serius di balik antrean pengisian daya kendaraan listrik. Dua pengendara terlibat ketegangan fisik diduga karena rebutan cas baterai EV. Polresta Tangerang membenarkan menerima laporan tindak pidana pemaksaan dengan kekerasan atau ancaman kekerasan dari MRA (36) pada 6 September 2026 sekitar pukul 21.11 WIB.

Kasi Humas Polresta Tangerang Ipda Tri Leksono mengatakan, laporan itu kini menjadi dasar penyelidikan. “Benar pada tanggal 6 September 2026 sekitar pukul 21.11 WIB, kami menerima surat tanda bukti aduan masyarakat terkait tindak pidana pemaksaan dengan kekerasan atau ancaman kekerasan,” kata Tri, Kamis (10/9/2026).

Antrean Charger dan Ancaman yang Berujung Laporan

Menurut Tri, persoalan bermula ketika seorang pria hendak mengisi daya kendaraan listriknya di SPKLU tersebut. Dia kemudian mendatangi MRA dan mengaku sudah lebih dulu mengantre. Pria itu lantas meminta MRA mencabut charger yang sedang digunakan. Permintaan itu memicu adu mulut hingga berujung aksi ketegangan fisik.

“Saat itu terjadi cekcok adu mulut di mana terlapor mengeluarkan kata-kata kasar dan mengancam pelapor agar mencabut charger dari kendaraannya,” jelasnya. Berdasarkan keterangan yang diterima polisi, pria tersebut kemudian menghampiri istri MRA dan mencoba menamparnya.

Aksi ketegangan fisik antarpengendara itu beredar di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria mengenakan pakaian putih menghampiri pria berbaju hitam dan sempat melayangkan pukulan. Beberapa pukulan berhasil dihindari. Setelahnya petugas keamanan yang berada di lokasi datang dan melerai.

Cermin Infrastruktur EV yang Belum Matang

Di titik ini, kasus tersebut bukan sekadar perkelahian warga. Ia adalah cermin betapa infrastruktur kendaraan listrik belum sepenuhnya siap menghadapi lonjakan pengguna. Antrean di SPKLU dapat menjadi pemicu konflik ketika tidak ada manajemen antrean, petugas jaga, dan aturan tegas. Kepolisian harus mendalami bukan hanya kekerasan, tetapi juga ekosistem layanan yang membiarkan gesekan sosial terjadi.

Tri menegaskan, pihaknya masih mendalami laporan tersebut. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan rekaman kamera pengawas lingkungan (CCTV), serta meminta keterangan dari sejumlah saksi. “Kita juga akan memanggil terduga pelaku untuk dimintai keterangan guna memperjelas peristiwa yang terjadi,” tegas Tri.

Namun, publik berhak menuntut transparansi. Penanganan Polresta Tangerang akan menjadi ujian apakah kasus ini diproses sebagai tindak pidana serius atau sekadar selesai di meja perdamaian. Dalam kasus kriminal berbasis konflik antrean, keadilan tidak cukup hanya dengan mencabut charger dari kendaraan, tetapi juga mencabut akar masalahnya.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa yang memicu perkelahian di SPKLU Samanea?
Perselisihan diduga dipicu antrean pengisian daya atau cas baterai kendaraan listrik. Seorang pria mengaku lebih dulu mengantre dan meminta MRA mencabut charger, lalu terjadi adu mulut dan ketegangan fisik.

Apa tindak lanjut polisi?
Polisi telah menerima laporan, melakukan olah TKP, mengamankan CCTV, meminta keterangan saksi, dan akan memanggil terduga pelaku untuk dimintai keterangan.

Di mana lokasi kejadian?
Di SPKLU Samanea, Kawasan Suvarna Sutera, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten.

BERITA TERKAIT (Kriminal)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ