Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Sekutu Lama di Titik Terendah: Inggris Larang Impor Barang Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Sekutu Lama di Titik Terendah: Inggris Larang Impor Barang Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat
BAGIKAN:

Inggris resmi melarang impor semua barang yang diproduksi di permukiman ilegal Israel di Tepi Barat, Palestina. Kebijakan itu diumumkan Menteri Luar Negeri Ed Miliband di parlemen, Selasa (8/9), ketika pemerintahan Perdana Menteri Andy Burnham berupaya menata ulang hubungan Inggris-Israel yang disebut berada di titik terendah. Miliband menegaskan London ingin lebih aktif mendukung perjuangan Palestina dan menilai perluasan permukiman sebagai pelanggaran hukum.

Dalam pidatonya, Miliband mengurai tindakan Israel yang terus memperluas permukiman ilegal di Tepi Barat. Ia menyebut Israel semakin memperkuat kendali, berniat memperluas kedaulatan permanen, dan memiliki agenda ekspansionis. “Saya tak percaya rakyat Inggris ingin kita mendukung pendudukan dengan menerima produk dari pemukiman di toko-toko kita,” kata Miliband, dikutip situs resmi pemerintah Inggris. “Jadi, saya bisa mengumumkan hari ini bahwa kami akan memberlakukan larangan impor barang dari permukiman ilegal di wilayah pendudukan.”

Larangan Impor dan Sanksi Menyasar Rantai Pasok

Selain melarang impor, Inggris akan meluncurkan sanksi kepada semua organisasi, bisnis, dan individu yang menyediakan konstruksi, infrastruktur, pembiayaan, atau properti untuk perluasan permukiman. Langkah ini menyasar bukan hanya produk akhir, tetapi juga jaringan logistik dan keuangan yang menopang perluasan permukiman. Bagi London, pendekatan itu menjadi pesan bahwa keterlibatan ekonomi dalam pendudukan tidak bisa lagi dipisahkan dari pertimbangan hukum dan politik.

Inggris adalah sekutu Israel di Timur Tengah. Melalui Deklarasi Balfour tahun 1917, cikal bakal negara Israel terbentuk. Deklarasi itu lahir dari upaya berkelanjutan para pemimpin Zionis di London, Chaim Weizmann dan Nahum Sokolow. Dokumen tersebut secara khusus menetapkan bahwa tidak boleh ada tindakan yang dapat merugikan hak-hak sipil dan agama komunitas non-Yahudi yang ada di Palestina.

Dari Balfour ke Kebijakan Miliband

Namun, dokumen itu tidak menyebut hak-hak politik atau nasional komunitas-komunitas tersebut dan tidak menyebut nama mereka. Britannica mencatat, tindakan terpenting terjadi pada 2 November 1917, saat Arthur James Balfour, yang pernah menjabat PM dan Menlu Inggris, menulis surat terbuka kepada Baron Rothschild, kepala cabang Inggris dari keluarga perbankan Yahudi. Surat itu berisi apa yang disebut Deklarasi Balfour. Balfour telah bertemu dan terkesan oleh Weizmann pada 1906 dan setidaknya pada April 1917 telah secara pribadi mengidentifikasi diri sebagai pendukung Zionisme.

Dengan Deklarasi Balfour, pemerintah Inggris juga berharap menggalang opini Yahudi, terutama di Amerika Serikat, ke pihak Sekutu selama Perang Dunia I. Deklarasi yang menjanjikan bantuan Inggris kepada Zionis untuk mendirikan rumah bagi kaum Yahudi sedunia di Palestina itu menjadi dorongan besar bagi berdirinya Negara Israel. Kontradiksi historis inilah yang membuat kebijakan Miliband terasa signifikan: Inggris, yang menjadi salah satu arsitek awal janji politik di Palestina, kini mencoba mengambil jarak dari pendudukan.

Uji Konsistensi dan Implikasi Diplomatik

Secara analitis, larangan impor dan sanksi ini bisa dibaca sebagai upaya Inggris memulihkan kredibilitas di hadapan hukum internasional dan opini publik domestik. Namun, efektivitasnya bergantung pada implementasi. Tanpa penegakan yang ketat, kebijakan ini berisiko menjadi simbol moral tanpa dampak ekonomi signifikan. Sebaliknya, jika disertai koordinasi dengan negara-negara Eropa lain, langkah ini dapat memperbesar tekanan terhadap perluasan permukiman dan mengubah kalkulasi Tel Aviv.

Bagi Palestina, keputusan ini memberi angin segar diplomatik, meski tidak serta-merta menyelesaikan pendudukan. Bagi Israel, Inggris adalah sekutu lama yang sulit diabaikan. Karena itu, titik terendah hubungan London-Tel Aviv ini bukan sekadar friksi bilateral, melainkan cerminan pergeseran lanskap politik global soal bagaimana dunia melihat permukiman ilegal, hukum internasional, dan hak politik Palestina.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa yang dilarang Inggris? Inggris melarang impor semua barang yang diproduksi di permukiman ilegal Israel di Tepi Barat, Palestina, dan menyiapkan sanksi bagi pihak yang mendukung perluasan permukiman.

Mengapa kebijakan ini penting? Karena Inggris adalah sekutu historis Israel, sehingga larangan ini menandai pergeseran sikap dan memperkuat tekanan internasional terhadap permukiman ilegal.

Apa kaitannya dengan Deklarasi Balfour? Deklarasi Balfour 1917 menjadi salah satu fondasi historis berdirinya Israel, sehingga kebijakan Inggris saat ini dibaca sebagai upaya menata ulang tanggung jawab politiknya terhadap Palestina.

BERITA TERKAIT (Dunia)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ