Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Rp 90 Miliar untuk Bawah Tanah: Jakarta Gencar Turunkan Semua Kabel Utilitas dalam 5 Tahun

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Indonesia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Rp 90 Miliar untuk Bawah Tanah: Jakarta Gencar Turunkan Semua Kabel Utilitas dalam 5 Tahun
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menggas program penataan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) dengan menganggarkan Rp 90 miliar.
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan seluruh kabel utilitas yang saat ini masih berserakan di permukaan jalan akan diturunkan ke bawah tanah dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
  • Langkah ini bukan sekadar soal estetika, melainkan investasi infrastruktur jangka panjang yang berdampak langsung pada efisiensi ekonomi kota.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menggas program penataan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) dengan menganggarkan Rp 90 miliar. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan seluruh kabel utilitas yang saat ini masih berserakan di permukaan jalan akan diturunkan ke bawah tanah dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Langkah ini bukan sekadar soal estetika, melainkan investasi infrastruktur jangka panjang yang berdampak langsung pada efisiensi ekonomi kota.

Mengapa Penataan Kabel Menjadi Prioritas?

Kabel utilitas yang berjalinan di atas permukaan jalan selama puluhan tahun telah menjadi masalah klasik di Jakarta. Selain mengganggu pemandangan, kondisi ini juga kerap menjadi penyebab putus nyala listrik dan gangguan telekomunikasi saat cuaca ekstrem. Dari sisi ekonomi, kabel yang tidak tertata menghambat pembangunan infrastruktur lain dan meningkatkan biaya pemeliharaan.

Program SJUT hadir sebagai solusi sistemik. Dengan menata jaringan utilitas ke dalam satu terowongan bersama, Pemprov DKI berharap dapat mengurangi gangguan operasional, mempercepat respons perbaikan, dan membuka ruang publik yang lebih layak di permukaan jalan.

Analisis: Rp 90 Miliar, Seberapa Besar Dampaknya?

Dari kacamata ekonomi makro, anggaran Rp 90 miliar untuk penataan SJUT sebenarnya merupakan angka yang relatif kecil dibandingkan total APBD DKI Jakarta. Namun, dampaknya bisa berlipat ganda jika program ini dijalankan secara konsisten dan terintegrasi. Setiap kilometer terowongan utilitas yang dibangun akan mengurangi biaya perbaikan darurat yang selama ini sering membengkak akibat kabel yang saling terkait.

Pakar ekonomi infrastruktur dari Universitas Indonesia, Dr. Rina Wulandari, menilai bahwa penataan kabel bawah tanah di Jakarta masih jauh tertinggal dibandingkan kota-kota Asia Tenggara lainnya seperti Singapura dan Tokyo. "Ini bukan soal mewah atau tidak. Kota yang modern harus punya infrastruktur utilitas yang tertata. Biaya yang dikeluarkan hari ini akan berbanding lurus dengan produktivitas ekonomi ke depan," ujarnya.

Tantangan di Lapangan

Program penataan kabel bawah tanah bukan hal baru di Jakarta. Sebelumnya, Pemprov pernah menjalankan proyek serupa namun berjalan lambat akibat koordinasi antarperusahaan utilitas yang belum optimal. Setiap perusahaan telekomunikasi, listrik, dan air memiliki jaringan sendiri-sendiri, sehingga penataan terpadu memerlukan negosiasi dan regulasi yang kuat.

Gubernur Pramono Anung mengakui bahwa tantangan terbesar adalah sinkronisasi antar pemangku kepentingan. "Kami akan memastikan setiap perusahaan utilitas masuk dalam satu sistem penataan. Tidak ada lagi tumpang tindih yang merugikan masyarakat," tegasnya.

Proyeksi Dampak Ekonomi

Jika target lima tahun tercapai, Jakarta diproyeksikan mengalami pengurangan gangguan listrik hingga 30 persen dan penurunan biaya operasional pemeliharaan infrastruktur kota. Selain itu, ruang jalan yang sebelumnya digunakan untuk tiang dan kabel akan dapat dioptimalkan untuk pedestrian dan fasilitas publik, yang pada gilirannya dapat meningkatkan nilai properti di kawasan sekitarnya.

Program SJUT ini juga sejalan dengan agenda Ibu Negara Nusantara yang lebih luas, di mana infrastruktur bawah tanah menjadi standar baru pembangunan kota cerdas di Indonesia.

FAQ Terkait Berita Ini

Berapa anggaran yang dialokasikan untuk penataan SJUT di Jakarta?
Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan Rp 90 miliar untuk program penataan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT).

Berapa lama target penataan kabel utilitas ke bawah tanah?
Gubernur Pramono Anung menargetkan seluruh kabel utilitas di permukaan jalan Jakarta diturunkan ke bawah tanah dalam waktu lima tahun.

Apa manfaat utama penataan kabel utilitas bawah tanah?
Manfaat utamanya meliputi pengurangan gangguan listrik dan telekomunikasi, efisiensi biaya pemeliharaan, serta optimalisasi ruang permukaan jalan untuk publik.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ