Negara Blok M: MRT Jakarta dan Jurus Placemaking yang Genjot Ekonomi Kawasan

Ekonomi & Pasar
Siti AmaliaSiti Amalia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Negara Blok M: MRT Jakarta dan Jurus Placemaking yang Genjot Ekonomi Kawasan
BAGIKAN:

JakartaPT MRT Jakarta (Perseroda) membuktikan transportasi publik bukan sekadar angkutan penumpang. Melalui pendekatan placemaking, perusahaan pelat merah itu mengubah Blok M dari kawasan sepi menjadi pusat ekonomi anak muda. Jumlah pengunjung melonjak dari hanya 400 orang per hari menjadi 40 ribu pada hari kerja, dan 60-90 ribu saat akhir pekan atau acara besar. Transformasi ini menandai pergeseran peran MRT dari operator transportasi menjadi city regenerator.

Dalam workshop MRT Journalism Fellowship Program 2026 di Jakarta Pusat, Rabu (9/9), Division Head Business Planning and Expansion MRT Jakarta Samuel Ryan Pradipta menjelaskan bahwa placemaking adalah konsep menciptakan ruang ketiga—setelah rumah dan kantor—yang memiliki keterikatan emosional. "Kami tidak hanya membangun ruang fisik, tapi juga aktivitas, identitas, dan sense of place," ujarnya. Blok M kini menjadi urban youth hub sekaligus ruang nostalgia, dengan kurasi tenant dan event beragam.

Dampak Ekonomi dan Insight Bisnis

Sebagai ekonom makro, saya menilai lonjakan pengunjung Blok M mencerminkan multiplier effect yang signifikan. Kawasan ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja dari tenant dan event, tetapi juga menggerakkan sektor kreatif, kuliner, dan ritel. MRT Jakarta berhasil mengubah biaya transportasi menjadi investasi kawasan. Namun, revitalisasi baru berjalan setengah jalan. Samuel menyebut akan ada perbaikan lebih lanjut. Pendekatan serupa akan diterapkan di Kota Tua dengan tetap mempertahankan heritage Chinatown dan Little Amsterdam.

Pemprov DKI Jakarta mendukung penuh. Kepala Diskominfotik DKI Marulina Dewi menyatakan placemaking sejalan dengan penataan kota yang inklusif. Pengamat tata kota Yayat Supriatna mengingatkan bahwa ruang harus dijaga komunitas agar menjadi ruang inovatif. "Setiap ruang butuh penjaga, dan penjaganya adalah komunitas," tegasnya.

Proyeksi ke Depan

Ke depan, MRT berencana memperluas konsep ke Dukuh Atas, Manggarai, Glodok, dan Kota Tua. Setiap kawasan akan dikembangkan sesuai identitasnya. Bagi investor dan pelaku bisnis, ini adalah sinyal peluang: kawasan sekitar transportasi publik memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun, keberhasilan jangka panjang tergantung pada konsistensi dan keterlibatan komunitas.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa itu placemaking yang dilakukan MRT Jakarta?
Placemaking adalah pendekatan merancang ruang kota agar memiliki aktivitas, identitas, dan keterikatan emosional, bukan sekadar fisik.

Berapa peningkatan pengunjung Blok M?
Dari 400 orang per hari menjadi 40 ribu pada hari kerja, dan hingga 90 ribu saat acara besar.

Apa dampak ekonomi bagi kawasan?
Meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, dan menggerakkan sektor kreatif serta ritel.

Meow! Tanya Nesi!
😸