Defisit APBN 0,91% PDB, Purbaya: Terkendali! Pajak Tumbuh 23,7% Tanpa Tarif Baru
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan defisit APBN Indonesia per Juli 2026 tetap terkendali di level 0,91% dari PDB, setara Rp235,6 triliun. Angka itu jauh di bawah target APBN 2026 sebesar 2,85% dan batas aman 3% dari PDB. Pernyataan ini disampaikan saat ia melantik ratusan pejabat di Kementerian Keuangan, Kamis (10/9/2026), di Jakarta.
Purbaya menegaskan posisi fiskal tersebut menunjukkan pemerintah berusaha membuat fiskal lebih aktif tanpa meninggalkan prinsip kehati-hatian. Menurutnya, ruang fiskal yang terjaga menjadi modal penting untuk merespons ketidakpastian global dan menjaga kepercayaan pasar.
Pajak Tumbuh 23,7% Tanpa Tarif Baru
Di sisi pendapatan, penerimaan pajak mencapai Rp1.224,3 triliun per Juli 2026, tumbuh 23,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Purbaya menekankan capaian itu tidak berasal dari kenaikan tarif atau jenis pajak baru. Fokus pemerintah, katanya, adalah perbaikan administrasi, pengawasan, tata kelola, dan penutupan kebocoran.
Dari sisi belanja, belanja negara mencapai Rp1.969,6 triliun, tumbuh 18,62%. Artinya, mesin fiskal bergerak agresif, tetapi defisit tetap dijaga di bawah ambang aman. Inilah kombinasi yang jarang: belanja ekspansif, penerimaan kuat, dan defisit tipis.
Analisis: Ujian Sebenarnya Ada di Kualitas Belanja
Sebagai ekonom yang lama mengikuti dinamika fiskal, saya melihat angka 0,91% dari PDB sebagai sinyal disiplin yang positif. Pasar biasanya membaca defisit rendah sebagai reduced risk premium, terutama ketika penerimaan pajak tumbuh dua digit tanpa menaikkan tarif. Namun, ada catatan kritis: pertumbuhan belanja 18,62% harus diikuti kualitas belanja yang produktif, bukan sekadar habis di belanja rutin atau proyek berdaya serap rendah.
Jika administrasi pajak terus membaik, target defisit 2,85% pada APBN 2026 bisa jadi terlalu konservatif. Tapi jika belanja tidak efisien, surplus penerimaan hanya akan menjadi bantalan sementara. Di titik ini, narasi terkendali perlu dibuktikan lewat realisasi APBN hingga akhir tahun, bukan hanya klaim di atas panggung pelantikan.
FAQ Terkait Berita Ini
Berapa defisit APBN per Juli 2026?
Defisit APBN mencapai Rp235,6 triliun atau 0,91% dari PDB, masih di bawah target APBN 2026 sebesar 2,85% dan batas aman 3% dari PDB.
Apakah pemerintah menaikkan tarif pajak atau membuat pajak baru?
Tidak. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan belum ada rencana menaikkan tarif maupun mengenalkan jenis pajak baru. Peningkatan penerimaan berasal dari perbaikan administrasi, pengawasan, tata kelola, dan penutupan kebocoran.
Berapa penerimaan pajak dan belanja negara sampai Juli 2026?
Penerimaan pajak Rp1.224,3 triliun, tumbuh 23,7% year-on-year. Belanja negara Rp1.969,6 triliun, tumbuh 18,62%.


