Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Trump Telepon Putin, Minta Perang Ukraina Diakhiri demi 'Hubungan AS-Rusia Kembali Mulus'

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Trump Telepon Putin, Minta Perang Ukraina Diakhiri demi 'Hubungan AS-Rusia Kembali Mulus'
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Kedua pemimpin sepakat melanjutkan komunikasi, meski perbedaan mendasar di medan perang masih menghadang.
  • Namun, analisis menunjukkan bahwa di balik nada optimistis, Putin tetap pada sikapnya: Rusia bertekad menguasai seluruh wilayah Donetsk yang masih dikuasai Ukraina, sementara Kyiv bersumpah mempertahankannya.
  • Dalam pembicaraan itu, Putin juga menyampaikan penilaiannya tentang situasi di lapangan, tetapi tidak merinci bentuk bantuan yang ia harapkan dari AS.

Presiden AS Donald Trump secara mengejutkan menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (8/9/2026) untuk mendesak penghentian perang di Ukraina, dalam percakapan selama satu jam yang bertujuan membuka jalan bagi pemulihan hubungan diplomatik dan ekonomi kedua negara adidaya. Kedua pemimpin sepakat melanjutkan komunikasi, meski perbedaan mendasar di medan perang masih menghadang.

Panggilan telepon yang dikonfirmasi Kremlin itu menjadi momen langka sejak invasi Rusia ke Ukraina, dan terjadi hanya beberapa hari setelah utusan khusus AS, Steve Witkoff, serta Jared Kushner, mengunjungi Moskow dan Kyiv untuk menghidupkan kembali perundingan damai yang sempat mandek. Ajudan Kremlin, Yuri Ushakov, menyatakan bahwa Trump menekankan pentingnya penyelesaian cepat, yang menurutnya akan membuka prospek 'mengesankan' bagi hubungan AS-Rusia, termasuk kerja sama perdagangan yang luas.

Namun, analisis menunjukkan bahwa di balik nada optimistis, Putin tetap pada sikapnya: Rusia bertekad menguasai seluruh wilayah Donetsk yang masih dikuasai Ukraina, sementara Kyiv bersumpah mempertahankannya. Dalam pembicaraan itu, Putin juga menyampaikan penilaiannya tentang situasi di lapangan, tetapi tidak merinci bentuk bantuan yang ia harapkan dari AS. Ushakov hanya menyebut bahwa kedua pemimpin menilai diplomasi akhir pekan secara positif.

Trump, yang dikenal dengan gaya diplomasi personal, tampaknya ingin mencatatkan terobosan selama masa kepresidenannya. Namun, pengamat menilai bahwa tekanan terhadap Ukraina untuk bernegosiasi bisa menjadi bumerang jika tidak disertai jaminan keamanan yang kredibel. Sementara itu, Rusia menepis narasi ancaman terhadap Eropa, menyebutnya sebagai dalih bagi negara-negara Eropa untuk menaikkan anggaran pertahanan—sebuah pernyataan yang justru mempertegang suasana di kawasan.

Di sisi lain, Trump dan Putin sepakat untuk melanjutkan pertukaran tahanan, sebuah langkah kecil yang kerap menjadi pembuka dalam diplomasi. Namun, dengan intensitas serangan di Ukraina yang terus meningkat, jalan menuju gencatan senjata masih panjang. Yang jelas, panggilan ini menandai pergeseran nada dari pemerintahan baru AS, yang sebelumnya lebih vokal mendukung Ukraina, menjadi lebih pragmatis—bahkan cenderung mengakomodasi kepentingan Moskow demi stabilitas global dan peluang bisnis besar di balik normalisasi hubungan.

FAQ Terkait Berita Ini

  • Apa isi pembicaraan Trump dan Putin? Trump meminta Putin mengakhiri perang Ukraina segera untuk membuka peluang pemulihan hubungan AS-Rusia, sementara Putin menyambut baik tetapi tetap bersikukuh pada tujuan militernya di Donetsk.
  • Apakah ada kesepakatan konkret dari panggilan ini? Belum ada kesepakatan formal, namun kedua pemimpin sepakat terus berkomunikasi dan mempertimbangkan perundingan tiga pihak bersama Ukraina.
  • Bagaimana dampaknya bagi Ukraina? Ukraina berada di posisi tertekan karena AS mulai mendorong negosiasi, sementara Rusia tidak menunjukkan tanda-tanda mundur dari klaim teritorialnya.
Meow! Tanya Nesi!
😸