Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Sampah Plastik Tak Lagi Sampah: ESDM Siapkan Regulasi BBM Terbarukan, Margin Keuntungan Rp 5.000/Liter

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Indonesia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Sampah Plastik Tak Lagi Sampah: ESDM Siapkan Regulasi BBM Terbarukan, Margin Keuntungan Rp 5.000/Liter
BAGIKAN:

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menyusun payung hukum untuk mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) terbarukan—langkah yang tidak hanya menjawab darurat sampah nasional, tetapi juga membuka peluang bisnis energi dengan margin keuntungan hingga Rp 5.000 per liter. Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu (9/9/2026), Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi mengungkapkan bahwa regulasi turunan dari Perpres Nomor 109 tentang waste to energy ini akan mengatur izin usaha serta spesifikasi teknis hasil olahan, yang saat ini sedang diidentifikasi karena kualitasnya bervariasi antarlokasi.

"Dari sampah, selain listrik, sampah plastik khususnya bisa menghasilkan BBM terbarukan melalui sistem pirolisis—menjadi solar maupun bensin," tegas Eniya. Ia menambahkan, hasil uji menunjukkan angka setana (cetane number) di atas CN 51, setara dengan kualitas solar komersial. Izin usaha akan diproses melalui KBLI 38211, dan setelah verifikasi, pelaku usaha dapat menjual produk secara komersial dengan skema business-to-business (B2B).

Potensi Ekonomi dan Teknologi Pirolisis Multikondensor

Teknologi yang diandalkan adalah pirolisis multikondensor yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Peneliti Ahli Muda BRIN, Heru Susanto, menjelaskan bahwa sampah plastik bernilai rendah—seperti kemasan sachet, plastik multilapis, kantong tipis, dan residu kotor—yang selama ini sulit terolah karena nilai ekonomi minim, kini bisa diubah menjadi Petasol (solar alternatif). Proses pemanasan tanpa oksigen pada suhu 250–350 derajat Celsius memecah polimer menjadi hidrokarbon, dengan rata-rata konversi 0,8–1 liter Petasol per kilogram sampah.

Yang menarik dari sisi bisnis adalah biaya produksi yang sangat kompetitif. Dengan harga bahan baku plastik Rp 1.800/kg, biaya produksi berkisar Rp 5.000–Rp 6.160 per liter. Namun, jika memanfaatkan pasokan dari bank sampah dengan harga hanya Rp 200/kg, ongkos produksi bisa turun ke Rp 4.000–Rp 5.000 per liter. Karena regulasi jual beli domestik masih dalam proses, harga jual saat ini ditetapkan Rp 10.000 per liter, menyisakan laba kotor Rp 4.000–Rp 5.000 per liter. Dengan kapasitas 100 kg/hari, laba bersih diperkirakan Rp 8,6 juta per bulan, dan titik impas tercapai dalam 2,5 tahun—sebuah prospek yang menggiurkan bagi pengusaha energi dan pengelola limbah.

Analisis Siti Amalia: Peluang dan Tantangan Bagi Ekonomi Sirkular

Kebijakan ini adalah angin segar bagi ekonomi sirkular Indonesia, sekaligus solusi atas dua masalah akut: penumpukan sampah plastik yang mencapai 68 juta ton per tahun dan ketergantungan impor BBM. Namun, tantangan terletak pada standardisasi kualitas antardaerah dan kesiapan infrastruktur distribusi. Pemerintah perlu memastikan bahwa skema B2B tidak mematikan akses usaha kecil, karena investasi awal pirolisis cukup tinggi. Di sisi lain, kolaborasi dengan bank sampah di lebih dari 60 lokasi—dari Cimahi, Yogyakarta, hingga Semarang—menunjukkan model ini sudah teruji secara operasional. Jika regulasi rampung, industri ini berpotensi menciptakan lapangan kerja hijau dan mengurangi emisi metan dari TPA. Namun, pemerintah juga harus mengawal aspek lingkungan, karena proses pirolisis tetap menghasilkan emisi dan residu yang harus dikelola.

Petasol Sudah Diuji 4 Tahun, Performa Lebih Baik

BRIN memastikan Petasol telah memenuhi standar Ditjen Migas No. 146/2020 dan digunakan pada kendaraan diesel, perahu nelayan, dan alat pertanian selama lebih dari 4 tahun dengan performa aman. Nilai kalornya lebih tinggi dari biosolar, sehingga pengguna melaporkan akselerasi yang lebih responsif. Meski demikian, pengakuan resmi sebagai BBM terbarukan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dan kebijakan campuran BBM nasional masih menunggu kepastian regulasi.

FAQ Terkait Berita Ini

1. Apa itu Petasol dan bagaimana cara pembuatannya?
Petasol adalah bahan bakar minyak setara solar yang dihasilkan dari sampah plastik melalui teknologi pirolisis multikondensor tanpa oksigen, menghasilkan hidrokarbon pada suhu 250–350°C.

2. Berapa keuntungan bisnis pengolahan sampah plastik menjadi BBM?
Dengan biaya produksi Rp 4.000–Rp 6.160/liter dan harga jual Rp 10.000/liter, laba kotor mencapai Rp 4.000–Rp 5.000/liter. Untuk kapasitas 100 kg/hari, laba bersih sekitar Rp 8,6 juta/bulan.

3. Kapan BBM dari sampah plastik bisa dijual bebas di pasar?
Setelah regulasi turunan dari Perpres 109 disahkan dan izin KBLI 38211 diverifikasi, penjualan komersial dapat dilakukan melalui skema B2B. Saat ini masih dalam proses penetapan spesifikasi dan verifikasi.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸