Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Perang Dagang AS-Kananda Memanas, Bombardier Jadi Korban: Ancaman Trump dan Pembalasan Carney

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Indonesia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Perang Dagang AS-Kananda Memanas, Bombardier Jadi Korban: Ancaman Trump dan Pembalasan Carney
BAGIKAN:

Perang dagang antara Amerika Serikat dan Kanada memasuki babak baru. Presiden AS Donald Trump kembali mengguncang hubungan bilateral dengan ancaman pelarangan penjualan pesawat Bombardier di AS, sebagai respons atas tarif balasan yang diterapkan Perdana Menteri Mark Carney. Eskalasi ini dipicu oleh kebijakan tarif Trump yang telah berlangsung sejak tahun lalu, dan kini memicu pembalasan bernilai US$20 miliar dari Ottawa, yang berdampak pada ratusan produk AS. Pertarungan ekonomi ini tidak hanya mengancam rantai pasok industri kedirgantaraan, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang kedaulatan hukum dan dampaknya terhadap konsumen serta pekerja di kedua negara.

Awal Mula 'Perang' Tarif: Dari Ancaman ke Pembalasan

Kronologi konflik ini bermula dari langkah agresif Trump pada awal masa jabatan keduanya, yang mengenakan tarif tinggi pada produk-produk Kanada. Meski Mahkamah Agung AS sempat menghapus sebagian besar tarif tersebut, Trump kembali menerapkannya melalui undang-undang langka, dan tarif atas baja serta aluminium tetap berlaku. Kanada, di bawah kepemimpinan PM Carney, merespons dengan hati-hati namun tegas. Setelah negosiasi berulang kali gagal, Trump akhirnya memberlakukan tarif 50% terhadap barang Kanada senilai US$20 miliar. Carney pun menjawab dengan kebijakan ‘dollar for dollar’, mengenakan tarif serupa pada produk AS mulai Selasa dini hari, mencakup baja, aluminium, keju, peralatan rumah tangga, pakaian, kosmetik, dan peralatan pertanian dengan besaran 15%, 25%, hingga 50%.

Tak hanya tarif, Kanada juga membatasi penjualan minuman beralkohol AS di delapan provinsinya. Data dari Distilled Spirits Council menunjukkan ekspor minuman keras AS ke Kanada anjlok lebih dari 70% secara tahunan. Trump membalas dengan ancaman larangan total pada produk susu, alkohol, dan sepeda motor Kanada mulai 29 September, serta menginstruksikan GSA untuk mencoret produk Kanada dari kontrak federal sampai ada ‘timbal balik penuh’. Bahkan, Trump mengganti nama Danau Ontario menjadi ‘Danau Amerika’ di peta Google dan Apple—langkah simbolis yang menuai sindiran dari pakar politik Universitas McGill, Daniel Béland.

Bombardier di Garis Depan: Ancaman dan Reaksi Pasar

Di tengah ketegangan, produsen pesawat asal Kanada, Bombardier, menjadi sasaran langsung. Trump melalui Truth Social menyatakan “TIDAK ADA LAGI PENJUALAN BOMBARDIER DI AMERIKA SERIKAT! Produk mereka tidak cukup bagus!”—ancaman yang langsung menekan saham Bombardier sekitar 3%. Namun, analis Stifel meragukan wewenang hukum Trump untuk memblokir penjualan, dan memperingatkan bahwa larangan justru akan mengganggu pelanggan AS yang sudah menunggu bertahun-tahun untuk jet bisnis.

Bombardier, salah satu dari tiga produsen jet bisnis global, memiliki jejak produksi yang tersebar di AS, Kanada, dan Meksiko. Perusahaan ini menggandeng 2.800 pemasok di 47 negara bagian AS dan membelanjakan lebih dari US$2,5 miliar setiap tahun ke pemasok lokal. Komponen seperti mesin buatan Honeywell di Arizona dan sayap dari fasilitas AS menjadi bagian integral dari rantai pasok. Ancaman Trump pun memicu reaksi dari senator Partai Republik di Kansas dan serikat pekerja IAM, yang khawatir kebijakan ini akan merusak lapangan kerja dan industri kedirgantaraan kedua negara.

Analisis: Perang Dagang yang Merugikan Kedua Pihak

Sebagai pengamat ekonomi makro, eskalasi ini menunjukkan bahwa perang dagang tidak pernah menghasilkan pemenang. Trump mungkin melihat tarif sebagai alat negosiasi, tetapi kenyataannya, kebijakan ini telah memicu inflasi, mengganggu rantai pasok, dan menurunkan kepercayaan investor. Kanada, dengan populasi hanya sepersepuluh AS, menunjukkan ketahanan dengan pembalasan terukur, namun risiko resesi tetap membayangi. Sementara itu, Bombardier justru menjadi contoh nyata bagaimana interkoneksi industri kedua negara membuat sanksi sepihak menjadi bumerang. Jika Trump benar-benar melarang penjualan, bukan hanya Bombardier yang rugi, tetapi juga pemasok, pekerja, dan pembeli AS yang kini harus antre bertahun-tahun untuk pesaing.

Yang lebih ironis, klaim Trump tentang diskriminasi Kanada tidak didukung bukti kuat menurut para ekonom. Justru, langkah-langkah simbolis seperti mengganti nama danau semakin menjauhkan peluang diplomasi. Bagi pelaku bisnis, ini adalah pengingat bahwa stabilitas kebijakan adalah anugerah, dan ketidakpastian perang dagang adalah musuh utama investasi.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa yang memicu perang dagang AS-Kanada?
Pemicu utamanya adalah kebijakan tarif tinggi yang diterapkan Presiden Trump terhadap produk Kanada, yang dianggap sebagai diskriminasi tidak adil. Kanada membalas dengan tarif setimpal (dollar for dollar) setelah negosiasi gagal.

Bagaimana dampak ancaman Trump terhadap Bombardier?
Ancaman pelarangan penjualan pesawat Bombardier di AS berpotensi mengganggu rantai pasok dan merugikan pelanggan AS, karena Bombardier memiliki banyak pemasok dan karyawan di AS. Analis meragukan kewenangan hukum Trump, namun tekanan politik sudah menekan saham perusahaan.

Apakah perang dagang ini akan berakhir dengan kesepakatan?
Kedua negara masih membuka ruang negosiasi, namun eskalasi terbaru menunjukkan kerasnya sikap Trump. Peluang kesepakatan tergantung pada apakah kedua pihak bersedia menarik tarif dan mengakhiri pembalasan—yang saat ini masih tampak sulit.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸