Selasa, 3 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Menpora Erick Thohir Pasang Target Realistis 4 Emas di Asian Games 2026, Bonus Atlet Tembus Rp3 M

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Menpora Erick Thohir Pasang Target Realistis 4 Emas di Asian Games 2026, Bonus Atlet Tembus Rp3 M
BAGIKAN:

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir secara resmi mematok target empat medali emas bagi kontingen Indonesia pada ajang Asian Games 2026 yang berlangsung di Aichi dan Nagoya, Jepang. Target ini diumumkan di Kompleks Istana Negara, Rabu (9/9/2026), menyusul rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto. Meski lebih rendah dari capaian tujuh emas di Asian Games Harbin 2025, Erick menegaskan angka itu adalah hasil kalkulasi matang berdasarkan cabang olahraga yang benar-benar dipertandingkan.

"Kemarin di China kita dapat tujuh, tapi tiga nomor tidak dipertandingkan lagi โ€“ dua dari dragon boat dan satu dari menembak. Dengan matriks yang ada hari ini, target realistis kita empat emas," ujar Erick di hadapan awak media. Namun, ia enggan merinci cabor apa saja yang diandalkan, dengan alasan tak ingin memicu "intip-menintip" dari negara pesaing. Sikap hati-hati ini mencerminkan pendekatan manajerial yang juga kerap ia terapkan saat memimpin BUMN dan federasi sepak bola.

Bonus Rp3 Miliar: Insentif Besar atau Sekadar Seremonial?

Yang menarik perhatian publik dan pelaku ekonomi olahraga adalah pengumuman Presiden Prabowo mengenai kenaikan bonus emas menjadi Rp3 miliar per atlet perorangan. Angka ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah bonus Asian Games di Indonesia. Menpora menyebut hal itu sebagai bentuk apresiasi luar biasa, namun sebagai pengamat ekonomi makro, saya menilai perlu ada kajian lebih lanjut mengenai efek pengganda (multiplier effect) dari bonus tersebut terhadap ekosistem pembinaan atlet jangka panjang.

Jangan sampai bonus besar hanya menjadi 'kejutan sesaat' tanpa diiringi peningkatan anggaran pelatihan, fasilitas, dan kesejahteraan harian atlet. Dalam konteks fiskal, alokasi bonus Rp3 miliar per emas โ€“ jika target empat tercapai โ€“ menghabiskan Rp12 miliar dari APBN. Ini masih jauh lebih kecil dibandingkan anggaran pembangunan stadion atau venue, namun patut diapresiasi asalkan dikelola transparan. Saya mendorong Kemenpora untuk merilis skema perhitungan bonus untuk atlet beregu, karena Erick hanya menyebut "ada agregasi nilai" tanpa rincian lebih lanjut.

Strategi Cerdas atau Permainan Politis?

Keputusan Erick tidak menyebutkan nama cabor juga bisa dibaca sebagai taktik psikologis untuk menjaga motivasi merata di semua atlet. Namun, dari sisi analisis bisnis olahraga, target yang diturunkan justru bisa mengurangi tekanan prestasi dan memberi ruang bagi atlet muda berkembang. Ini sejalan dengan filosofi manajemen risiko yang sering dipakai di korporasi โ€“ lebih baik under-promise and over-deliver. Pertanyaannya, apakah publik dan para pemangku kepentingan akan menerima target empat emas sebagai kemajuan atau kemunduran?

Yang pasti, Presiden Prabowo tampak ingin memberikan sinyal kuat bahwa pemerintahan saat ini serius mendorong prestasi olahraga sebagai bagian dari diplomasi olahraga. Namun, tanpa perbaikan mendasar pada sistem scouting, ilmu keolahragaan, dan kesejahteraan atlet non-medali, bonus setinggi apapun hanya akan menjadi polesan di permukaan. Saya berharap Kemenpora segera merilis peta jalan jangka menengah, bukan sekadar target angka di atas kertas.

FAQ Terkait Berita Ini

1. Mengapa target emas Asian Games 2026 turun dari 7 menjadi 4?
Karena tiga nomor peraih medali emas di edisi sebelumnya (dua dari dragon boat dan satu dari menembak) tidak lagi dipertandingkan di Asian Games 2026. Sehingga target disesuaikan dengan potensi riil cabor yang tersisa.

2. Apakah bonus Rp3 miliar hanya untuk atlet perorangan?
Ya, menurut Menpora Erick Thohir, bonus sebesar itu diberikan khusus untuk atlet perorangan. Untuk atlet ganda atau beregu, akan dihitung dengan mekanisme agregasi nilai yang belum dirinci lebih lanjut oleh Kemenpora.

3. Cabang olahraga apa saja yang diharapkan menyumbang emas?
Erick Thohir sengaja tidak menyebutkan cabor spesifik untuk menghindari pengintaian dari kontingen lain. Namun, berdasarkan catatan prestasi, beberapa cabor andalan seperti bulu tangkis, panahan, dan angkat besi sering menjadi tulang punggung perolehan medali Indonesia di ajang multievent.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ