Mendag Budi Santoso: Produk Asing Kuasai RI Cuma Modal Iklan, Bukan Kualitas
Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Jakarta, 9 September 2025 – Menteri Perdagangan Budi Santoso mengingatkan pelaku UMKM Indonesia agar tak gentar terhadap produk asing yang membanjiri pasar domestik. Menurutnya, keunggulan produk impor bukan pada kualitas, melainkan pada gempuran iklan yang didukung modal besar. Peringatan ini disampaikan dalam acara Pelatihan Gapai Pasar Global dengan AI bersama Meta di Kantor Kementerian Perdagangan, Rabu (9/9).
“Banyak produk asing yang masuk ke Indonesia sebenarnya kualitasnya tidak jauh beda dengan kita, tapi dia pintar jualan. Dia modalnya besar untuk beriklan,” tegas Budi di hadapan ratusan pelaku UKM. Ia menyoroti ekspansi waralaba makanan asing yang berhasil viral berkat strategi promosi masif, sementara waralaba lokal dengan kualitas setara justru tenggelam karena minimnya anggaran pemasaran.
Fenomena ini, menurut Budi, menjadi pengingat bahwa UMKM lokal tak boleh hanya mengandalkan kualitas produk. “Mereka (pengusaha lokal) mungkin modalnya enggak besar, sehingga promosinya kurang,” sesalnya. Namun, ia tak serta-merta menyalahkan pasar. Sebaliknya, ia mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan sebagai senjata baru untuk menembus keterbatasan modal promosi.
AI sebagai Penyeimbang Modal Raksasa
Budi optimistis teknologi AI dapat menjadi pengungkit bagi UMKM untuk bersaing, baik di pasar domestik maupun ekspor. “Memang ini orientasinya untuk ekspor, tetapi kita namanya jualan, pasar di dalam negeri juga besar, berarti juga untuk di dalam negeri,” ujarnya. Ia menilai AI memungkinkan pelaku usaha menyusun strategi pemasaran yang terukur tanpa perlu biaya iklan tradisional yang menguras kantong.
Dalam pelatihan yang digagas Meta Indonesia, Kepala Kebijakan Publik Meta Indonesia Berni Moestafa menjelaskan program ini dirancang untuk membekali UKM dengan keterampilan AI dan pemasaran digital. Materi tidak sekadar teknis AI, tetapi juga persiapan ekspor yang dipandu langsung oleh atase perdagangan Kementerian Perdagangan. “Tantangan utama UKM Indonesia bukan kualitas produk, tetapi terbatasnya exposure, terutama di pasar luar negeri,” kata Berni.
Fitur Andalan: Advantage Plus dan Meta Business Agent
Meta menyediakan solusi seperti Advantage Plus yang membantu penentuan strategi pemasaran, pengembangan konten visual, hingga copywriting dan terjemahan caption ke bahasa sasaran. Tak ketinggalan, Meta Business Agent berperan sebagai asisten virtual yang merespons calon pembeli 24 jam penuh. Kombinasi ini diharapkan menutup celah akses pasar yang selama ini hanya dikuasai korporasi asing.
Analisis Siti Amalia: Persaingan Tak Seimbang, Tapi Ada Jalan
Keluhan Mendag bukan tanpa alasan. Data internal menunjukkan belanja iklan produk asing di Indonesia mencapai triliunan rupiah, sementara rata-rata pengeluaran promosi UMKM masih di bawah 5% dari omzet. Namun, solusi AI yang ditawarkan bukan sekadar gimmick teknologi. Jika dimanfaatkan secara tepat, algoritma prediktif dan otomatisasi iklan bisa menekan biaya perolehan pelanggan hingga 40% dibanding metode konvensional.
Yang perlu diwaspadai adalah kesiapan sumber daya manusia. Pelatihan semacam ini harus berkelanjutan, bukan acara seremonial. Pemerintah dan platform digital perlu memastikan UMKM tidak hanya mengenal fitur, tetapi juga memahami data dan perilaku konsumen. Tanpa itu, AI hanya akan menjadi alat mahal yang tak terpakai.
FAQ Terkait Berita Ini
Apakah semua produk asing benar-benar kualitasnya sama dengan produk lokal?Menurut Mendag Budi, secara umum kualitas produk asing yang masuk ke Indonesia tidak berbeda signifikan dengan produksi dalam negeri, terutama untuk barang konsumsi dan makanan olahan. Keunggulan mereka terletak pada promosi agresif, bukan pada mutu.
Bagaimana cara UMKM mengakses fitur AI dari Meta?
UMKM dapat memanfaatkan fitur seperti Advantage Plus dan Meta Business Agent melalui platform Meta Business Suite. Pelatihan resmi seperti yang digelar Kementerian Perdagangan dan Meta juga memberikan panduan praktis, serta akses ke pendampingan dari atase perdagangan untuk persiapan ekspor.
Apakah penggunaan AI benar-benar efektif untuk pasar ekspor?
Ya, jika digunakan dengan strategi yang tepat. AI membantu segmentasi pasar, personalisasi konten, dan optimalisasi waktu tayang iklan. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada pemahaman pelaku usaha terhadap target pasar dan produk yang ditawarkan.


