Kelas Dunia! Como dan Mirwan Suwarso Relakan Kursi VIP untuk Suporter Lansia, Media Internasional Ramai Memuji
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Como 1907, klub yang tengah bersinar di panggung Liga Champions, mencuri perhatian dunia bukan karena strategi permainan, melainkan karena gestur monumental dari pemiliknya, Mirwan Suwarso. Pengusaha asal Indonesia itu mengumumkan bahwa dirinya beserta jajaran direksi akan menyerahkan kursi VIP mereka di Stadion Sinigaglia untuk para suporter lanjut usia pada laga debut melawan RB Leipzig, Kamis (10/9) atau Jumat dini hari WIB. Keputusan ini sontak mendapat pujian dari media-media elite Eropa hingga Amerika, yang menilai Como tetap memegang teguh akar lokal di tengah ambisi globalnya.
Penghormatan untuk Para Pendukung Setia
Mirwan Suwarso, melalui unggahan Instagram resminya, menyatakan bahwa kursi tersebut akan dialokasikan kepada penggemar yang telah menunggu paling lama—mereka yang lahir pada tahun 1950 atau sebelumnya. "Beberapa direktur klub dan saya telah memutuskan untuk memberikan tempat duduk kami dalam pertandingan ini. Kami ingin tempat duduk tersebut dialokasikan kepada para penggemar yang telah menunggu paling lama," tulisnya. Jumlah kursi memang tidak banyak, namun nilai simbolisnya luar biasa: sebuah penghormatan kepada para suporter fanatik yang setia mendampingi Como dari era ke era, bahkan ketika klub terpuruk di divisi bawah.
Langkah ini semakin istimewa karena Como bukan sekadar tim medioker. Kebangkitan mereka dari abu kebangkrutan dua kali dalam dua dekade terakhir hingga menembus klub elite Eropa adalah cerita yang nyaris seperti dongeng. Kini, dengan sentuhan humanis Mirwan, dongeng itu bertambah manis.
Media Dunia Tak Ketinggalan Memuji
Media Italia, La Gazzetta dello Sport, menyanjung keputusan ini sebagai bukti bahwa Como sangat menghargai akar lokalnya, meski berupaya menarik penggemar global. "Ikatan dengan kota dan penduduknya tetap menjadi proyek utama," tulis mereka. Dari Inggris, The Independent menyebut gestur ini sebagai apresiasi kepada fans yang tetap setia di masa-masa sulit, termasuk saat klub dinyatakan bangkrut. Sementara itu, BBC menyoroti kebangkitan luar biasa Como dalam beberapa tahun terakhir—merangkak dari divisi bawah hingga mengamankan tempat di panggung terbesar Eropa.
Media asal Amerika Serikat, The Athletic, bahkan merinci lebih jauh. Lebih dari 40 tiket dibebaskan untuk para lansia, termasuk untuk Gerardo Mandressi (70+ tahun), yang dijuluki 'Il Barba' dan memiliki koleksi memorabilia Como, hingga Mario Pozzetti (90 tahun) dan Enrico Colombo (81 tahun) yang akan dijemput langsung oleh pihak klub. Ini bukan kali pertama Como peduli pada komunitas; klub pernah mentraktir minuman lokal gratis di bar-bar tertentu saat mencetak gol.
Lebih dari Sekadar Tiket
Sebagai pengamat olahraga, saya melihat ini sebagai pernyataan taktis yang cerdas. Mirwan Suwarso tidak hanya membangun skuat, tapi juga membangun jiwa. Di era sepak bola modern yang kerap dingin dan transaksional, Como memberi pelajaran berharga: bahwa klub adalah rumah bagi seluruh generasi. Kehadiran para sesepuh di stadion bukan hanya nostalgia, tetapi juga energi moral yang bisa memacu pemain di lapangan. Saya yakin, saat mereka menyaksikan debut Liga Champions, semangat itu akan terasa—sebuah aset tak terlihat yang justru sering menjadi pembeda di pertandingan besar.
Keputusan ini juga mengangkat nama Indonesia di mata dunia. Mirwan Suwarso tidak hanya pemilik, tetapi juga duta yang menunjukkan bahwa kepemimpinan humanis bisa sejajar dengan ambisi olahraga kelas dunia. Selamat untuk Como, selamat untuk para lansia, dan selamat untuk sepak bola yang kembali mengingatkan kita pada esensinya: kebersamaan.
FAQ Terkait Berita Ini
1. Siapa Mirwan Suwarso dan apa perannya di Como?
Mirwan Suwarso adalah pengusaha Indonesia yang menjadi Presiden Como 1907. Ia memimpin kebangkitan klub dari divisi bawah hingga ke Liga Champions, dan dikenal dengan pendekatan manajemen yang dekat dengan suporter.
2. Berapa kursi yang diberikan untuk suporter lansia?
Lebih dari 40 tiket VIP disediakan, termasuk kursi milik presiden dan direksi, untuk para penggemar berusia 70 tahun ke atas, dengan prioritas kepada mereka yang lahir tahun 1950 atau sebelumnya.
3. Apa reaksi media internasional terhadap keputusan ini?
Media seperti La Gazzetta, The Independent, BBC, dan The Athletic memuji sebagai bentuk penghormatan mendalam kepada loyalitas fans, serta menonjolkan nilai kebersamaan yang tetap dijaga Como di tengah kesuksesan modern mereka.


