Genap 17 Tahun, KTP Langsung Dapat Rekening Bank dan Saldo Rp50 Ribu dari Pemerintah
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

- Pemerintah memastikan setiap warga negara Indonesia yang genap berusia 17 tahun tidak hanya mendapat Kartu Tanda Penduduk (KTP), tetapi juga rekening bank aktif dengan saldo awal Rp50 ribu.
- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, arahan langsung Presiden Prabowo Subianto ini akan merevolusi akses perbankan bagi generasi muda.
- “Begitu mereka usianya 17 tahun langsung otomatis dikasih KTP dan dikasih rekening koran,” ujarnya dalam Simposium Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), Selasa (8/9/2026).
Pemerintah memastikan setiap warga negara Indonesia yang genap berusia 17 tahun tidak hanya mendapat Kartu Tanda Penduduk (KTP), tetapi juga rekening bank aktif dengan saldo awal Rp50 ribu. Program ini diresmikan sebagai bagian dari strategi nasional memperluas inklusi keuangan dan digitalisasi ekonomi, sekaligus menjawab tantangan penyaluran bantuan sosial yang selama ini kerap mangkrak di birokrasi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, arahan langsung Presiden Prabowo Subianto ini akan merevolusi akses perbankan bagi generasi muda. “Begitu mereka usianya 17 tahun langsung otomatis dikasih KTP dan dikasih rekening koran,” ujarnya dalam Simposium Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), Selasa (8/9/2026).
Skema Rekening Otomatis dan Jaminan Saldo Utuh
Pada tahap awal, dua bank pelat merah ditunjuk sebagai mitra: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Setiap rekening yang terhubung dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) akan langsung dikrediti Rp50 ribu dari kas negara. Yang menarik, pemerintah berkomitmen agar saldo tersebut tidak tergerus biaya administrasi atau biaya lainnya. Airlangga menegaskan, aturan khusus tengah disusun bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk ‘membekukan’ potensi pemotongan. “Nanti Pak Ferry (Deputi BUMN) bikin regulasinya supaya BI dan OJK kita minta untuk tidak bisa disedot,” tegasnya.
Lebih dari Sekadar Rekening: Pintu Masuk Bansos dan QRIS Nol Biaya
Rekening ini tidak hanya menjadi celengan digital. Pemerintah merancangnya sebagai kanal utama penyaluran berbagai program bantuan sosial (bansos), mulai dari subsidi pangan hingga bantuan langsung tunai. Dengan integrasi penuh ke data kependudukan, efisiensi dan ketepatan sasaran menjadi alasan utama di balik skema ini. Lebih jauh, setiap rekening akan dilengkapi dengan sistem pembayaran digital berbasis QRIS secara otomatis. Bagi pelaku UMKM, fitur ini terbuka tanpa beban merchant discount rate (MDR)—alias nol biaya—sebuah langkah yang dinilai mampu mendorong inklusi keuangan sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah.
Dari sudut pandang ekonomi makro, kebijakan ini adalah terobosan yang berani. Namun, tantangan terbesar ada pada kesiapan infrastruktur digital dan literasi keuangan masyarakat, terutama di daerah tertinggal. Jika eksekusi berjalan mulus, integrasi KTP, rekening, dan QRIS bisa menjadi fondasi baru bagi percepatan digitalisasi transaksi nasional. Namun, pemerintah juga harus waspada terhadap risiko kebocoran data dan potensi penyalahgunaan rekening oleh pihak tidak bertanggung jawab. Inilah titik kritis yang akan menentukan apakah program ini hanya sekadar simbol atau benar-benar mengubah lanskap ekonomi rakyat.
FAQ Terkait Berita Ini
Apakah program ini berlaku untuk semua warga negara Indonesia yang sudah berusia 17 tahun?
Ya, program ini bersifat otomatis bagi setiap WNI yang memiliki KTP dan NIK aktif, tanpa perlu mengajukan permohonan secara manual.
Apakah saldo Rp50 ribu bisa langsung dicairkan atau digunakan?
Saldo tersebut dapat digunakan untuk transaksi melalui rekening dan QRIS, asalkan tidak dilanggar ketentuan penggunaan yang diatur oleh BI dan OJK. Pemerintah menjamin saldo tidak terpotong biaya administrasi.
Apakah rekening ini hanya untuk bansos atau bisa untuk tabungan pribadi?
Rekening ini berfungsi ganda: sebagai rekening pribadi dan saluran penyaluran bansos. Masyarakat bisa menambah saldo dan bertransaksi seperti rekening bank pada umumnya.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

LPS Ungkap 25 Juta Penduduk Dewasa Indonesia Belum Miliki Rekening Bank

Ancaman Pelemahan Rupiah: Lukman Leong Proyeksi Tembus Rp 18.350, BI Akui Tantangan Menjaga Stabilitas

IHSG Anjlok 3,78% di Akhir Perdagangan, Investor Asing Lepas 10 Saham Unggulan dengan Net Sell Rp575 Miliar
