Danantara Klaim Kopdes Merah Putih Bisa Selamatkan Rp150 Triliun Subsidi yang Bocor
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Jakarta – Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI Danantara) meyakini kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) mampu menekan kebocoran subsidi negara hingga Rp150 triliun per tahun. Chief Operating Officer BPI Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa kunci penghematan besar itu terletak pada penerapan sistem data tunggal yang bakal memastikan bantuan tepat sasaran, sekaligus mengubah wajah distribusi ekonomi di pedesaan.
Single Data dan Online System Jadi Andalan
Dalam diskusi dengan jajaran Kementerian Keuangan dan Kementerian Koperasi, Dony menjelaskan bahwa Danantara tengah membangun sistem online yang terintegrasi untuk memetakan secara akurat siapa penerima subsidi tepat sasaran. “Teman-teman bisa bayangkan nanti paling tidak kita bisa menghemat subsidi kita yang tidak tepat sasaran sekitar Rp150 triliun setahun,” ujarnya di kantor Kemenkeu, Rabu (9/9). Angka ini setara dengan sekitar 8% dari total belanja subsidi APBN 2025, yang jika direalisasikan akan memberi ruang fiskal lebih besar bagi pembangunan infrastruktur dan program sosial lainnya.
Yang menarik, Kopdes Merah Putih tidak dirancang sekadar koperasi konvensional. Dony menegaskan bahwa koperasi ini akan menjadi pusat distribusi utama di tingkat desa, mengintegrasikan rantai pasok barang subsidi mulai dari pupuk, LPG, hingga pangan. Dengan sistem data tunggal, setiap alokasi dapat dilacak dan dicegah dari praktik penimbunan atau penjualan di luar jalur yang selama ini menjadi biang kebocoran.
Instrumen Pengendali Inflasi dan Pemutus Rantai Rentenir
Di luar aspek penghematan, Kopdes Merah Putih juga disiapkan sebagai instrumen strategis pengendali inflasi daerah. Jaringan distribusi yang menjangkau seluruh desa memungkinkan pemerintah melakukan intervensi cepat jika terjadi lonjakan harga bahan pokok. Ini menjadi terobosan mengingat selama ini gejolak harga di pasar lokal seringkali luput dari pantauan karena keterbatasan data dan jangkauan Bulog maupun distributor besar.
Lebih jauh, koperasi ini akan menjelma menjadi agen inklusi keuangan pedesaan dengan menggandeng BRILink sebagai layanan perbankan dasar—memudahkan tarik-tunai dan setoran. Dony juga menyebut akan menghadirkan kredit PNM Mekaar dengan bunga 8% per tahun sebagai upaya memutus rantai rentenir yang kerap membebani masyarakat desa dengan bunga selangit. “PNM nanti akan membuka kantor di Koperasi Desa,” jelasnya, seraya menambahkan bahwa langkah ini diharapkan mendorong produktivitas usaha mikro di pelosok.
Jika semua elemen berjalan mulus, Kopdes Merah Putih bukan hanya alat efisiensi, tetapi juga fondasi baru bagi demokratisasi ekonomi di tingkat desa. Namun, tantangan terbesar tetap pada kesiapan infrastruktur digital dan literasi pengelola koperasi, mengingat integrasi sistem lintas kementerian sering kali menghadapi hambatan birokrasi dan koordinasi lapangan. Apakah Danantara dan Kemenkeu mampu mengeksekusi visi ini tanpa menambah biaya baru yang justru menggerus manfaat? Waktu yang akan menjawab.
FAQ Terkait Berita Ini
Apa itu Kopdes Merah Putih dan bagaimana cara kerjanya?
Kopdes Merah Putih adalah koperasi desa yang dirancang sebagai pusat distribusi subsidi dan layanan keuangan terintegrasi, menggunakan sistem data tunggal untuk menyalurkan bantuan secara tepat sasaran.
Benarkah bisa menghemat Rp150 triliun per tahun?
Klaim tersebut berdasarkan perhitungan awal dari BPI Danantara dan Kemenkeu, yang menilai kebocoran subsidi saat ini mencapai angka itu. Namun, realisasi penghematan sangat bergantung pada efektivitas implementasi sistem online dan koordinasi antardaerah.
Apa saja layanan keuangan yang akan tersedia di Kopdes?
Masyarakat dapat menikmati layanan perbankan dasar seperti BRILink (tarik-setor tunai) dan akses kredit usaha mikro dari PNM Mekaar dengan bunga 8%, yang bertujuan menggantikan pinjaman rentenir dengan bunga tinggi.


