Keajaiban Tangan Dingin Hartono! Dari Kasta Keempat ke Liga Champions, Como 1907 Siap Guncang Eropa!

Olahraga
Maya SariMaya Sari
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Keajaiban Tangan Dingin Hartono! Dari Kasta Keempat ke Liga Champions, Como 1907 Siap Guncang Eropa!
BAGIKAN:

Sejarah baru tercipta di pinggir Danau Como! Klub milik taipan asal Indonesia, Como 1907, resmi memulai petualangan perdana mereka di panggung termegah UEFA Champions League (UCL) saat menjamu wakil Jerman, RB Leipzig, di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada Jumat (11/9) dini hari WIB. Pencapaian fenomenal ini menjadi puncak dari akselerasi prestasi luar biasa setelah klub ini diakuisisi oleh Hartono bersaudara tepat tujuh tahun silam.

Dongeng Nyata dari Serie D ke Panggung Elite

Jika ada yang mengatakan pada tahun 2019 bahwa klub penghuni Serie D akan bermain di Liga Champions dalam waktu tujuh tahun, orang akan menganggapnya gila. Namun, di bawah kepemilikan Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, como1907 membuktikan bahwa manajemen yang sehat dan visi yang jelas adalah kunci. Sejak diambil alih saat masih berstatus klub amatir, Como merangkak naik dengan pasti: juara Serie C pada 2021, promosi ke Serie A pada 2024, hingga akhirnya finis di peringkat keempat kasta tertinggi Italia musim lalu.

Analisis saya sebagai pengamat, keberhasilan ini bukan sekadar soal kekuatan finansial tanpa batas. Ini adalah tentang proyek berkelanjutan. Penempatan sosok legendaris seperti Cesc Fabregas sebagai pelatih sekaligus pemegang saham minoritas, didampingi Thierry Henry, menunjukkan bahwa Como membangun ekosistem sepak bola yang modern dan taktis. Mereka tidak hanya membeli pemain bintang, tetapi membangun identitas klub yang kuat.

Sentuhan Humanis Mirwan Suwarso

Di balik layar, peran mirwansuwarso sebagai Presiden Klub sangatlah krusial. Sosok kepercayaan Hartono bersaudara ini berhasil menjembatani visi pemilik dengan realitas di lapangan. Menjelang debut di ligachampions, Mirwan melakukan aksi yang menggetarkan hati publik sepak bola Italia dengan memberikan kursi kehormatannya di stadion kepada para suporter setia Como yang telah berusia di atas 75 tahun.

Langkah ini adalah strategi komunikasi yang brilian sekaligus tulus. Di tengah industri sepak bola yang semakin komersial, menjaga hubungan dengan akar rumput dan menghormati loyalitas fans lokal adalah nilai tambah yang membuat Como dicintai, bukan hanya karena prestasi, tetapi juga karena martabatnya. Ini adalah contoh nyata bagaimana manajemen asal Indonesia mampu mengelola klub Eropa dengan pendekatan yang sangat humanis.

Analisis Taktis Jelang Lawan RB Leipzig

Menghadapi RB Leipzig di laga perdana UCL tentu bukan perkara mudah. Leipzig dikenal dengan permainan transisi cepat dan pressing tinggi. Namun, bermain di kandang sendiri yang ikonik di pinggir danau, Como memiliki motivasi berlipat. Saya memprediksi Fabregas akan tetap setia dengan filosofi permainan terbuka yang membawa mereka ke empat besar Serie A. Ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kematangan mental skuad hartonobersaudara di level kontinental.

FAQ Terkait Berita Ini

1. Kapan pertandingan debut Como 1907 di Liga Champions berlangsung?
Pertandingan melawan RB Leipzig akan digelar pada Kamis (10/9) waktu Italia atau Jumat (11/9) dini hari WIB.

2. Siapa saja tokoh besar di balik manajemen Como 1907?
Klub dimiliki oleh Hartono bersaudara (Djarum Group), dengan Mirwan Suwarso sebagai Presiden Klub, serta Cesc Fabregas dan Thierry Henry sebagai pemegang saham minoritas.

3. Bagaimana perjalanan Como 1907 hingga sampai ke Liga Champions?
Como memulai perjalanan dari Serie D (2019), lalu promosi berturut-turut ke Serie C, Serie B, hingga Serie A, dan akhirnya mengamankan tiket UCL setelah finis di posisi 4 besar Serie A musim 2025/2026.

Meow! Tanya Nesi!
😸