Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

5 Tahun Terjebak di Kolam Demi Redakan Sakit, Remaja India Kini Dirawat Miliarder

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

5 Tahun Terjebak di Kolam Demi Redakan Sakit, Remaja India Kini Dirawat Miliarder
BAGIKAN:

Seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun asal Desa di Distrik Murshidabad, Bengal Barat, India, menghabiskan lebih dari lima tahun hidupnya terendam dalam kolam untuk meredakan sensasi terbakar yang menyiksa di sekujur tubuh. Kisah Iqbal Sheikh ini menyita perhatian publik setelah warga setempat menggalang kampanye kepedulian, yang akhirnya membawanya ke rumah sakit mewah di Mumbai pada pekan ini berkat bantuan miliarder Anant Ambani.

Kasus ini menyoroti kesenjangan akses kesehatan di negara berpenduduk 1,4 miliar jiwa, di mana keterbatasan biaya kerap memaksa pasien dengan penyakit kulit langka mengandalkan pengobatan tradisional atau bahkan kepercayaan supranatural. Iqbal sendiri mengaku sempat mengaitkan penyakitnya dengan gangguan jin, sebelum akhirnya mendapat penanganan medis profesional di Rumah Sakit Sir HN Reliance.

Gejala Membara yang Tak Terduga

Iqbal merasakan nyeri hebat seperti terbakar setiap kali ia keluar dari air. Dokter menduga ia menderita eritromelalgia, kondisi neurologis vaskular yang sangat jarang—dengan prevalensi diperkirakan hanya 1–2 kasus per 100.000 orang—yang ditandai dengan kemerahan, panas, dan rasa sakit luar biasa, terutama pada ekstremitas. Menurut National Health Service (NHS), pengobatan dapat berupa krim, gel, semprotan, atau tablet, namun diagnosis pasti masih memerlukan serangkaian pemeriksaan lanjutan.

Kebiasaan berendam sepanjang hari, meski memberi kelegaan sementara, justru berisiko memicu masalah baru. Dokter kulit memperingatkan bahwa perendaman terus-menerus melembutkan lapisan epidermis, meningkatkan kerentanan terhadap infeksi jamur dan bakteri. Keluarga Iqbal optimistis pengobatan berkelanjutan dapat mengembalikan kehidupan normalnya, tanpa harus bergantung pada kolam sebagai "obat" harian.

Dari Keprihatinan Warga hingga Uluran Tangan Miliarder

Viralnya video Iqbal—satu memperlihatkan ia makan ringan di kolam, yang lain merekam tangisnya saat kesakitan di rumah—memicu gelombang simpati publik. Warga dan aktivis lokal mengangkat isu ini ke media, mendorong pemilik Reliance Foundation, Anant Ambani, untuk menanggung biaya penerbangan dan perawatan awal. Langkah ini sekaligus menyoroti peran filantropi swasta dalam mengisi celah layanan kesehatan di India, di mana lebih dari 60% penduduk masih bergantung pada pengeluaran pribadi untuk berobat.

Sebelumnya, orang tua Iqbal telah membawanya ke rumah sakit terdekat, namun terpaksa menghentikan perawatan medis karena kendala keuangan. Kasus ini menjadi cermin dilema global: bagaimana penyakit langka kerap luput dari perhatian sistem kesehatan nasional, dan bagaimana solidaritas sosial—baik dari warga maupun elite—menjadi jaring pengaman terakhir.

Analisis: Lebih dari Sekadar Kasus Medis

Sebagai pengamat hubungan internasional, fenomena ini bukan sekadar laporan kesehatan. Ia merefleksikan ketimpangan struktural yang melintasi batas negara, sekaligus menunjukkan kekuatan media sosial dalam mendobrak hambatan birokrasi dan geografis. Keberadaan Anant Ambani sebagai patron menimbulkan pertanyaan etis: apakah akses kesehatan seharusnya bergantung pada belas kasih kaum kaya? Ataukah ini momentum untuk mendorong reformasi layanan primer di kawasan pedesaan?

Di sisi lain, keyakinan Iqbal pada "jin" mengingatkan kita bahwa pengetahuan medis modern sering kali berbenturan dengan kearifan lokal dan stigma budaya. Pendekatan holistik—yang menggabungkan pengobatan berbasis bukti dengan pendampingan psikososial—menjadi kunci agar pasien seperti Iqbal tidak kembali terjebak dalam siklus pengobatan alternatif yang tidak efektif.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa itu eritromelalgia?

Eritromelalgia adalah gangguan langka yang menyebabkan serangan nyeri terbakar, kemerahan, dan panas pada kulit, umumnya di kaki dan tangan. Penyebabnya bisa genetik atau sekunder akibat penyakit lain, dan pengobatan berfokus pada meredakan gejala serta menghindari pemicu seperti suhu panas.

Mengapa Iqbal harus berendam bertahun-tahun?

Air dingin memberikan efek vasokonstriksi yang mengurangi aliran darah ke kulit, sehingga meredakan sensasi terbakar. Namun, ini hanya solusi sementara dan berisiko merusak kulit jika dilakukan terus-menerus.

Bagaimana peran miliarder Anant Ambani dalam kasus ini?

Anant Ambani, melalui yayasannya, menanggung biaya transportasi udara dan perawatan awal Iqbal di Mumbai. Ini merupakan bagian dari kegiatan filantropi keluarga Ambani, namun juga memicu perdebatan tentang tanggung jawab negara dalam menyediakan akses kesehatan yang merata.

BERITA TERKAIT (Dunia)

Meow! Tanya Nesi!
😸