Trump Pamer Peta Islandia dan Greenland Berbendera AS, Reykjavik Minta Klarifikasi Diplomatik

Dunia
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Trump Pamer Peta Islandia dan Greenland Berbendera AS, Reykjavik Minta Klarifikasi Diplomatik
BAGIKAN:

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kontroversi geopolitik setelah mengunggah peta yang menampilkan wilayah Amerika Serikat, Kanada, Greenland, Islandia, dan Amerika Tengah dengan latar bendera AS, tanpa keterangan apapun. Insiden pada Selasa (8/8) ini langsung menuai kecaman dari Pemerintah Islandia yang memanggil Duta Besar AS untuk negara tersebut, Billy Long, dan menyatakan unggahan itu "sama sekali tidak pantas".

Kementerian Luar Negeri Islandia mengonfirmasi bahwa Reykjavik telah menyampaikan komplain resmi melalui jalur diplomatik, menegaskan bahwa tindakan Trump dianggap merendahkan kedaulatan negara sekutu. "Dalam pertemuan tersebut, ditegaskan bahwa unggahan itu sama sekali tidak pantas," demikian pernyataan resmi yang dikutip dari Anadolu Agency. Meski Gedung Putih awalnya membantah adanya kekeliruan, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio kemudian mengakui bahwa Trump keliru membedakan Islandia dan Greenland—dua wilayah yang sering dikaitkan dengan ambisi AS di kawasan Arktik.

Ambisi Trump atas Greenland dan Dampaknya terhadap Islandia

Kontroversi ini bukan pertama kali Trump menyoroti Greenland. Sejak masa jabatan pertamanya, presiden ke-47 itu berulang kali menyatakan keinginannya untuk membeli atau menguasai Greenland, wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark. Dalam forum internasional seperti Forum Ekonomi Dunia di Davos dan konferensi pers di Gedung Putih, Trump kerap menyinggung posisi strategis Greenland—namun kali ini ia justru memasukkan Islandia ke dalam peta berbendera AS, yang oleh para pengamat dianggap sebagai kesalahan fatal atau provokasi terselubung.

Analis hubungan internasional menilai bahwa unggahan tanpa penjelasan tersebut memperlihatkan pendekatan Trump yang sering mengabaikan etika diplomatik demi citra nasionalis. "Bukan begini seharusnya cara bangsa yang beradab bersikap satu sama lain," ujar Sonja Thorbergsdottir, ketua Federasi Pegawai Negara dan Kota Islandia, kepada media lokal. Kritik serupa juga muncul dari kalangan akademisi yang menyebut bahwa tindakan Trump dapat merusak kepercayaan negara-negara Nordik, terutama dalam kerja sama keamanan Arktik melalui NATO.

Klarifikasi yang Tertunda dan Dampak Diplomatik

Menurut sumber diplomatik di Washington, Duta Besar Billy Long telah memberikan penjelasan tertulis kepada pemerintah Islandia, meski isinya belum dipublikasikan. Rubio, dalam pernyataan terpisah, mengakui bahwa presiden sempat tertukar antara kedua negara—pengakuan yang justru memicu pertanyaan baru tentang kesiapan tim diplomatik AS dalam menangani komunikasi presiden. Sementara itu, Trump sendiri belum memberikan tanggapan atas unggahannya, yang hingga kini masih bertahan di akun media sosialnya.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya persaingan di kawasan Kutub Utara, di mana AS, Rusia, dan China sama-sama berlomba mengamankan jalur pelayaran dan sumber daya alam. Greenland dan Islandia memiliki posisi geografis yang vital, namun pendekatan Trump yang bersifat sepihak justru dinilai kontraproduktif oleh para pakar. "Kedaulatan adalah harga mati. AS seharusnya menggunakan diplomasi, bukan simbolisme bendera, untuk membangun kemitraan," ujar seorang mantan pejabat Departemen Luar Negeri yang tidak mau disebutkan namanya.

Di sisi lain, reaksi Reykjavik yang cepat dan tegas menunjukkan bahwa negara sekecil Islandia tidak segan untuk membela martabatnya di hadapan kekuatan besar. Langkah ini juga menjadi sinyal bagi Denmark dan negara-negara Eropa lainnya bahwa retorika Trump tidak akan diterima begitu saja. Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari Kerajaan Denmark, namun pengamat memperkirakan bahwa isu Greenland akan kembali menjadi bahan perdebatan dalam pertemuan NATO mendatang.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa yang sebenarnya diunggah Donald Trump? Trump mengunggah peta yang memperlihatkan wilayah AS, Kanada, Greenland, Islandia, dan Amerika Tengah dengan latar bendera AS, tanpa disertai keterangan atau konteks apapun.

Mengapa Islandia marah dan apa respons mereka? Pemerintah Islandia menganggap unggahan itu tidak pantas dan merendahkan kedaulatan mereka. Mereka memanggil Duta Besar AS dan menyampaikan komplain resmi melalui Kementerian Luar Negeri.

Apakah ini terkait dengan rencana AS menguasai Greenland? Ya, Trump berulang kali menyatakan keinginan untuk menguasai Greenland, dan insiden ini diduga merupakan bagian dari narasi tersebut, meskipun ia keliru menampilkan Islandia sebagai bagian dari wilayah klaim AS.

Meow! Tanya Nesi!
😸