Karhutla Mengancam Gunung Argopuro: Suaka Margasatwa Ditutup Total, Tim Pemadam Terkendala Sinyal

Berita Daerah
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Karhutla Mengancam Gunung Argopuro: Suaka Margasatwa Ditutup Total, Tim Pemadam Terkendala Sinyal
BAGIKAN:

Budi Santoso, Jurnalis Senior Investigasi – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meluluhlantakkan kawasan lindung di Jawa Timur. Kali ini, Gunung Argopuro, yang berada di jantung Kawasan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang, dilaporkan terbakar di dua titik sejak Senin (7/9/2026). Peristiwa ini terjadi di perbatasan empat kabupaten—Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, dan Jember—memaksa Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur menutup total seluruh aktivitas kunjungan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, mengonfirmasi titik api pertama kali terpantau di sisi timur Savana Cikasur, Kupang, Kecamatan Pakem (Bondowoso), dan sisi timur Savana Cikasur, Kalianan, Kecamatan Krucil (Probolinggo). Jarak api dari pemukiman terdekat sekitar 300 meter, namun angin kering dan medan berbukit menyulitkan upaya pemadaman. "Terdapat titik api berjarak 300 meter dari sisi timur Wilayah Cikasur," ujar Satriyo, Selasa (8/9).

Respon Darurat: 29 Personel dan Jalan Berliku via Situbondo

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari BPBD Provinsi, BPBD Situbondo, dan BBKSDA Jatim yang berjumlah 29 personel dikerahkan untuk pemadaman secara manual. Satriyo menyebut jalur terbaik menuju lokasi hanya bisa ditempuh melalui Kabupaten Situbondo, mengingat akses lain tertutup medan ekstrem. Namun, jumlah personel yang terbatas dan peralatan seadanya mengundang pertanyaan kritis: apakah ini cukup untuk menjinakkan api di kawasan seluas ribuan hektare yang menjadi habitat satwa langka?

Kepala BBKSDA Jatim, Nur Patria Kurniawan, menyatakan bahwa 21 personel tambahan dari pihaknya, dibantu oleh ojek wisata dan pemandu lokal, telah turun sejak hari pertama. Namun hingga Selasa sore, laporan terbaru dari lapangan tak kunjung tiba. "Yang sore ini belum ada laporan karena sinyal di sana susah," keluh Nur Patria. Kendala komunikasi ini bukan sekadar gangguan teknis—ia menjadi cermin lemahnya infrastruktur penanggulangan bencana di kawasan konservasi yang seharusnya menjadi prioritas nasional.

Dampak dan Penutupan: Antara Konservasi dan Keselamatan

BBKSDA resmi menutup kawasan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang melalui pengumuman bernomor PG. 2266/K.2-BIDTEK/KSA.04.01/B/9/2026, berlaku mulai 7 September 2026. Penutupan ini meliputi seluruh wilayah di empat kabupaten, tanpa tanggal pembukaan kembali. Langkah ini dinilai tepat untuk melindungi pengunjung dan memberi ruang bagi tim pemadam, namun sekaligus menghentikan roda ekonomi wisata alam yang menjadi andalan masyarakat sekitar.

Satriyo memastikan belum ada korban jiwa, dan dampak kebakaran masih dalam pendataan. Namun, dari pengalaman karhutla di Jawa Timur beberapa tahun terakhir, api di kawasan gambut dan savana kerap meluas dengan cepat, mengancam satwa endemik dan melepaskan emisi karbon dalam jumlah besar. Ironisnya, koordinasi dengan perangkat desa baru dilakukan setelah api membesar—sebuah respons yang terkesan reaktif, bukan preventif.

Sebagai jurnalis yang telah menyusuri berbagai bencana ekologi di negeri ini, saya menilai kejadian ini adalah alarm bagi pemerintah daerah dan pusat. Sudah saatnya anggaran pemadaman tidak hanya dialokasikan saat kebakaran terjadi, tetapi juga untuk sistem deteksi dini berbasis satelit, jalur evakuasi yang memadai, serta pelatihan rutin bagi relawan desa. Jika tidak, kebakaran hutan dan lahan akan terus menjadi siklus tahunan yang memakan habis aset konservasi kita.

FAQ Terkait Berita Ini

1. Apa penyebab kebakaran di Gunung Argopuro?
Penyebab pasti belum diketahui, namun kebakaran diduga dipicu oleh cuaca kemarau panjang dan aktivitas manusia di sekitar savana, seperti pembakaran lahan atau puntung rokok yang tidak terkendali. Tim masih menyelidiki titik awal api.

2. Berapa jumlah personel yang dikerahkan dan apa kendala utama?
Total 29 personel gabungan dari BPBD dan BBKSDA, ditambah 21 personel BBKSDA dan pemandu lokal. Kendala utama adalah medan terjal, akses terbatas melalui Situbondo, dan sinyal komunikasi yang buruk sehingga laporan perkembangan sulit diterima.

3. Kapan kawasan suaka akan dibuka kembali?
BBKSDA belum menetapkan batas waktu pembukaan. Penutupan akan berlangsung hingga api benar-benar padam dan kondisi kawasan dinyatakan aman untuk pengunjung dan satwa liar.

Meow! Tanya Nesi!
😸