Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Target B50 2026 Tembus 18 Juta KL, Pemerintah Klaim Hemat Devisa Rp170 T

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Indonesia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Target B50 2026 Tembus 18 Juta KL, Pemerintah Klaim Hemat Devisa Rp170 T
BAGIKAN:

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mematok target penyaluran biodiesel B50 sebesar 16,8 hingga 18 juta kilo liter (KL) sepanjang 2026. Target ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Selasa (8/9). Kebijakan mandatori B50 ini bertujuan menekan ketergantungan impor minyak bumi, sekaligus menggerakkan roda ekonomi nasional melalui penghematan devisa hingga Rp170 triliun dan penciptaan 2,1 juta lapangan kerja baru.

Realisasi Penyaluran dan Kesiapan Infrastruktur

Hingga 7 September 2026, akumulasi penyaluran biodiesel nasional tercatat 10,69 juta KL, terdiri dari 7,273 juta KL B40 pada semester pertama dan 3,4 juta KL B50 sejak Juli. Dari 104 titik serah, 76 lokasi sudah menyalurkan B50, sementara 28 terminal lainnya masih dalam masa transisi hingga 30 September 2026 untuk menghabiskan stok B40. Sebanyak 90% jaringan SPBU, atau 6.050 lokasi, kini telah melayani B50.

Analisis Bisnis: Peluang dan Tantangan B50

Di balik angka optimistis, kebijakan energi ini menghadapi ujian ketersediaan bahan baku FAME yang harus dipenuhi badan usaha bahan bakar nabati. Target 16,8โ€“18 juta KL menuntut rantai pasok sawit yang stabil, mengingat kelapa sawit adalah tulang punggung industri ini. Namun, pemerintah optimistis kapasitas produksi mampu mengejar, dengan catatan harga CPO dan kebijakan ekspor tetap terkendali. Dari sisi makro, penghematan devisa Rp170 triliun setara dengan 2% APBN 2026, sebuah angka yang signifikan untuk memperkuat ketahanan fiskal. Sektor hilirisasi sawit juga diproyeksikan menyumbang nilai tambah Rp20,92 triliun, membuka peluang investasi di industri pengolahan dan distribusi.

Namun, tantangan teknis seperti kualitas FAME, kesiapan mesin diesel, dan distribusi di wilayah timur Indonesia tetap menjadi PR besar. Jika program ini berjalan mulus, B50 tidak hanya menjadi solusi energi, tetapi juga penggerak utama ekonomi hijau Indonesia.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa itu B50 dan mengapa penting?
B50 adalah campuran 50% biodiesel (FAME) dan 50% solar fosil. Program ini penting untuk mengurangi impor minyak, menghemat devisa, dan mendukung industri sawit dalam negeri.

Bagaimana target penyaluran B50 pada 2026?
Pemerintah menargetkan 16,8โ€“18 juta KL, dengan realisasi awal 3,4 juta KL sejak Juli 2026 dan ditargetkan full pada akhir tahun.

Apa dampak ekonomi dari program B50?
Dampaknya mencakup penghematan devisa Rp170 triliun, penciptaan 2,1 juta lapangan kerja, dan nilai tambah industri sawit Rp20,92 triliun.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ