STY Syok! Baru Tahu Persija 7 Tahun Tak Jamu Persib di Jakarta, Langsung Paksa Kemenangan!
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Jakarta – Shin Tae Yong, juru latih Persija Jakarta, sontak terperangah saat mendapati fakta mengejutkan: Macan Kemayoran sudah tujuh tahun lamanya tidak pernah menjamu seteru abadi, Persib Bandung, di ibu kota. Momen kaget pelatih asal Korea Selatan itu terjadi usai memimpin sesi latihan skuad Rizky Ridho di Persija Training Ground, Depok, Selasa (8/9) sore. Dengan nada tak percaya, STY langsung berbalik bertanya kepada awak media, “Tujuh tahun tidak main di Jakarta? Masa sih? Selama ini mainnya di luar Jakarta?”—dan tanpa menunggu jawaban, mantan arsitek Timnas Indonesia itu pun menggenggam tekad: “Oh, kalau begitu kami harus menang!”
Kejutan ini bukan sekadar nostalgia, melainkan pemicu semangat juang bagi Persija jelang laga pamungkas pekan kedua Super League 2026/2027. Menurut STY, prinsip sportivitas dan fair play adalah harga mati. Ia menegaskan, “Tim manapun tidak boleh diberikan keuntungan sepihak.” Baginya, ketimpangan jadwal kandang-tandang selama nyaris satu dekade ini adalah anomali yang harus diakhiri. “Seharusnya, jika Persija tak pernah main di Jakarta saat jumpa Persib, maka Persib pun tak boleh jadi tuan rumah di Bandung saat berhadapan dengan kami,” ujar pelatih berlisensi AFC itu dengan tegas. “Kedua tim harus bertanding dalam kondisi dan syarat yang sama. Itulah semangat olahraga.”
Derbi Indonesia yang Terkendala Izin dan Sejarah Panjang
Terakhir kali duel Persija vs Persib tersaji di ibukota terjadi pada 10 Juli 2019 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK)—laga yang berakhir imbang 1-1. Selepas itu, The Jakmania selalu kehilangan hak menyaksikan tim kesayangannya menjamu Maung Bandung di rumah sendiri. Musim lalu, derbi Indonesia ini bahkan harus dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda, jauh dari pangsa pasar kedua kubu. Kini, jadwal resmi menempatkan pertarungan sengit ini pada Sabtu (12/9) di GBK, namun kabar terakhir menyebutkan bahwa duel sarat gengsi tersebut belum mengantongi izin dari kepolisian. Dinamika keamanan dan koordinasi antarinstansi masih berproses, dan kepastian baru akan terjawab empat hari jelang kick-off.
Analisis Taktis: STY Membaca Peluang dan Tekanan
Sebagai pengamat yang pernah menyaksikan langsung kejaran gelar Persija, saya menilai pernyataan STY bukan sekadar retorika. Ia paham betul bahwa keuntungan psikologis bermain di hadapan puluhan ribu pendukung sendiri adalah amunisi tambahan yang tak ternilai. Dengan catatan tujuh tahun tanpa jamuan kandang, anak asuhnya dipaksa bermain di medan netral atau bahkan berat—sebuah kondisi yang bisa merusak ritme permainan. Namun, STY justru membalikkan situasi menjadi energi positif: “harus menang” adalah sinyal bahwa ia menyiapkan skema ofensif, memanfaatkan rasa penasaran dan dahaga kemenangan para pemain. Saya menduga, ia akan menginstruksikan pressing tinggi sejak awal untuk mendikte permainan, sekaligus mengantisipasi serangan balik cepat khas Persib di bawah asuhan pelatih barunya.
Yang lebih krusial, STY menekankan kesetaraan regulasi—ini bisa menjadi pukulan moral bagi operator liga agar ke depan tidak ada lagi pengorbanan hak kandang salah satu tim. Seorang kolumnis senior seperti saya sepakat: keadilan kompetisi adalah pondasi sepak bola modern. Jika Persija akhirnya bisa menjamu Persib di GBK, itu akan menjadi momen bersejarah yang merekatkan kembali semangat The Jakmania dan mengembalikan gairah derbi terpanas di Indonesia.
FAQ Terkait Berita Ini
Kapan terakhir Persija vs Persib digelar di Jakarta?
Terakhir kali pada 10 Juli 2019 di Stadion GBK, dengan skor 1-1.
Mengapa Persija selalu tidak bisa menjamu Persib di Jakarta?
Faktor keamanan, izin kepolisian, dan regulasi stadion menjadi kendala utama, sehingga laga sering dipindahkan ke luar kota.
Bagaimana sikap Shin Tae Yong terhadap ketimpangan ini?
STY meminta kesetaraan hak kandang-tandang bagi semua tim, dan menyatakan Persija harus menang untuk menegaskan sportivitas.


