Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Purbaya Genap Setahun di Kursi Menkeu: Pusing Tiap Hari, Ekonomi Masih Lumayan, Target 6% di Depan Mata

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNN Ekonomi
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Purbaya Genap Setahun di Kursi Menkeu: Pusing Tiap Hari, Ekonomi Masih Lumayan, Target 6% di Depan Mata
BAGIKAN:

Tepat setahun menjabat sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani, Purbaya Yudhi Sadewa mengaku hampir setiap hari dilanda pusing. Namun di balik keluhan itu, ia menyebut kinerja ekonomi nasional tetap terjaga dan optimistis pertumbuhan kuartal IV-2026 bisa menyentuh 6 persen. Pernyataan tersebut disampaikan di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (7/9), usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR.

Purbaya mengakui, fase awal kepemimpinannya seperti laboratorium kebijakan fiskal. “Kemarin setahun semacam eksperimen mana yang bisa dan mana yang enggak, mana yang ganggu, mana yang enggak. Sekarang sudah kita beresin semua,” ujarnya dengan nada mantap. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa tahun pertama lebih banyak dihabiskan untuk membaca dinamika pasar, menyaring program prioritas, dan menstabilkan ekspektasi pelaku usaha.

Mengelola Ekspektasi dan Realita

Meski sehari-hari ‘pusing’, Purbaya bersyukur karena pertumbuhan ekonomi masih di jalur yang cukup memuaskan. Ia menyebut target pemerintah saat ini adalah membawa laju ekonomi pada kuartal IV-2026 mendekati 6 persen, sebagai pijakan untuk mencapai 6 persen di 2027. “Ke depan akan makin cepat, apalagi program Pak Presiden Prabowo amat real dan signifikan ke perekonomian,” tegasnya.

Dari kacamata makro, pengakuan Purbaya tentang “titik-titik ganggu” patut dicermati. Sebagai pakar ekonomi, saya menilai bahwa uji coba kebijakan di tahun pertama adalah hal wajar, namun risiko kebijakan fiskal yang terlalu eksperimental bisa memicu ketidakpastian bagi investor. Namun di sisi lain, pengalaman Purbaya di LPS dan Kemenko Maritim memberinya pemahaman mendalam tentang stabilitas sistem keuangan dan koordinasi antarkementerian – modal penting untuk mengejar target 6% di tengah tekanan eksternal.

Purbaya juga mengingatkan bahwa program-program unggulan pemerintahan Prabowo, seperti hilirisasi dan percepatan infrastruktur, mulai terlihat dampaknya terhadap serapan tenaga kerja dan nilai tambah domestik. Jika konsistensi dijaga, bukan mustahil target 6% bukan hanya tercapai, melampaui.

FAQ Terkait Berita Ini

1. Apakah keluhan 'pusing' Purbaya berarti ada masalah serius di keuangan negara?
Tidak. Itu lebih merupakan ekspresi beban kerja dan kompleksitas pengelolaan fiskal. Indikator makro seperti inflasi, nilai tukar, dan penerimaan pajak masih terkendali.

2. Mengapa target pertumbuhan 6% menjadi fokus Purbaya?
Karena pertumbuhan 6% adalah ambisi Presiden Prabowo untuk mendorong Indonesia keluar dari middle-income trap. Purbaya menjadikan kuartal IV-2026 sebagai pemanasan menuju capaian tahun penuh 2027.

3. Apa beda strategi Purbaya dengan Sri Mulyani?
Purbaya lebih eksperimental dan agresif dalam mengetes kebijakan baru, sementara Sri Mulyani dikenal konservatif dengan pendekatan kehati-hatian. Keduanya memiliki gaya berbeda namun sama-sama berorientasi pada stabilitas.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸