Projo Bantah Poros Solo untuk Pilpres 2029, Sekjen: Kami Tak Pernah Deklarasi

Sekretaris Jenderal Projo, Fredy Alex Damanik, dengan tegas membantah adanya deklarasi pembentukan Poros Solo sebagai kekuatan politik baru untuk menghadapi Pemilu dan Pilpres 2029. Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi tudingan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, yang menilai Projo dan Jokowi telah mulai memasang kuda-kuda politik menuju kontestasi lima tahun mendatang.
“Projo tidak pernah mendeklarasikan Poros Solo maupun membangun koalisi Pilpres 2029,” ujar Fredy saat dihubungi pada Selasa (8/9/2026). Meski menghormati pandangan Doli, Fredy menilai kesiapan menghadapi dinamika politik tidak otomatis berarti pembentukan poros. Menurutnya, Projo hanya menjalankan kewajiban organisasi untuk membaca situasi, mengkaji kemungkinan, dan menyiapkan diri secara organisatoris.
“Membaca politik bukan berarti mendeklarasikan poros. Organisasi politik yang tidak bersiap sejak dini justru sedang tidur,” tegasnya, sembari mengingatkan agar langkah-langkah politik dini itu tidak mengganggu fokus pemerintahan Prabowo-Gibran dan mengorbankan kepentingan rakyat. Projo, imbuhnya, siap menghadapi setiap kemungkinan politik, namun tetap memberi prioritas pada kesinambungan pembangunan, demokrasi, persatuan bangsa, dan kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan Doli dan Sinyal Poros Cikeas
Sebelumnya, Ahmad Doli Kurnia menilai dua poros kekuatan politik telah memasang ‘kuda-kuda’ menghadapi Pilpres 2029. Ia menyoroti pidato Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada peringatan HUT ke-25 Demokrat, Sabtu (5/9), yang dinilainya sebagai isyarat dari Poros Cikeas untuk maju di pilpres. Doli juga merujuk pada pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, yang ramai di media sosial dan dianggapnya sebagai sinyal kesiapan poros Solo.
“Bila beberapa waktu lalu, Budi Arie, yang mewakili satu poros politik (Solo), sudah terang benderang menyatakan kesiapannya, sekarang kita menyaksikan satu lagi poros politik (Cikeas) ikut memberikan sinyal yang kuat,” ujar Doli, Selasa (7/9).
Analisis Redaksi: Antara Sinyal dan Deklarasi
Bantahan Projo ini menarik untuk dicermati. Di satu sisi, pernyataan Budi Arie yang bernada ‘siap tempur’ memang memicu spekulasi. Namun, sebagai organisasi massa yang berakar dari basis pendukung Presiden Jokowi, Projo memang selalu dekat dengan pusat kekuasaan. Kini, dengan masa jabatan Prabowo-Gibran yang baru berjalan, wajar jika Projo ingin menjaga jarak dari kesan ‘premature’ dalam berkoalisi.
Yang juga patut diperhatikan adalah narasi dua poros—Solo dan Cikeas—yang mulai dibangun oleh elit Golkar. Ini bisa jadi adalah strategi pembacaan peta politik awal, sekaligus upaya menempatkan Golkar sebagai penyeimbang atau bahkan calon poros ketiga. Namun, pernyataan Fredy menunjukkan bahwa Projo belum ingin dikotak-kotakkan, apalagi dianggap sebagai mesin politik yang sudah membentuk aliansi tetap. Sikap ‘baca situasi, tapi tak tergesa’ adalah langkah cerdas mengingat masih panjangnya waktu hingga 2029, dan situasi koalisi di DPR masih cair.
Yang jelas, publik perlu mewaspadai jika wacana poros ini justru mengganggu stabilitas pemerintahan yang sedang fokus pada pemulihan ekonomi dan pembangunan. Projo dengan tegas mengingatkan hal itu—sebuah sinyal bahwa loyalitas mereka kepada pemerintahan petahana masih utuh, sebelum adanya peta koalisi yang lebih nyata.
FAQ Terkait Berita Ini
Apa itu Poros Solo dan mengapa disebut demikian?
Poros Solo adalah istilah yang mengacu pada pengaruh politik Presiden Joko Widodo yang berasal dari Solo, dan diperkuat oleh organisasi Projo yang diketuai Budi Arie Setiadi. Istilah ini digunakan oleh pengamat dan politisi untuk menamai kekuatan politik yang dianggap masih terafiliasi dengan Jokowi di luar koalisi resmi pemerintah.
Apakah Projo sudah menentukan calon presiden untuk 2029?
Belum. Sekjen Projo menegaskan bahwa mereka belum mendeklarasikan dukungan atau koalisi apapun untuk Pilpres 2029. Saat ini mereka masih dalam tahap membaca dinamika dan mempersiapkan organisasi, tanpa terburu-buru menentukan kandidat.
Bagaimana tanggapan Partai Demokrat terkait isu Poros Cikeas?
Hingga berita ini diterbitkan, Partai Demokrat belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Doli. Namun pidato AHY yang disebut sebagai sinyal kuat mengindikasikan bahwa Demokrat mulai menghitung kekuatan untuk maju di 2029, meskipun masih dalam tahap wacana.
BERITA TERKAIT (Politik)

Presiden Prabowo Panggil Tim Ekonomi ke Istana untuk Koordinasi Kebijakan

Demokrat Nilai Gibran Tak Lagi Memenuhi Syarat Wapres Usai MA Putuskan Suket Tidak Sah

Klarifikasi Wamendagri: Insentif Rp1 Triliun untuk Pemda Cakup Stunting, Rumah, dan Inflasi
