Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Perta Arun Gas Buka Peluang Bisnis GUCD dan LNG Hub: 'Kos-kosan' Kapal yang Menggiurkan

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNBC Indonesia
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Perta Arun Gas Buka Peluang Bisnis GUCD dan LNG Hub: 'Kos-kosan' Kapal yang Menggiurkan
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • PT Perta Arun Gas (PAG) tengah menggenjot kinerja melalui dua lini bisnis tambahan yang dinilai memiliki potensi besar: layanan Gassing Up and Cooling Down (GUCD) dan LNG Hub .
  • "Jadi kita punya jasa GUCD yang harus mendinginkan sampai -130 derajat.
  • Kalau sudah dingin, baru bisa masukin LNG-nya.

PT Perta Arun Gas (PAG) tengah menggenjot kinerja melalui dua lini bisnis tambahan yang dinilai memiliki potensi besar: layanan Gassing Up and Cooling Down (GUCD) dan LNG Hub. Direktur Keuangan dan GS PAG, Muhammad Yudi Setiawan, mengungkapkan bahwa kedua segmen ini tidak hanya menjadi nilai tambah, tetapi juga bisa menjadi tulang punggung pendapatan perusahaan di tengah dinamika pasar energi global.

Dalam wawancara eksklusif dengan Squawk Box CNBC Indonesia (Selasa, 09/09/2026), Yudi menjelaskan bahwa GUCD adalah proses pendinginan kompartemen kapal hingga suhu ekstrem minus 130 derajat Celsius sebelum diisi Liquefied Natural Gas (LNG). "Jadi kita punya jasa GUCD yang harus mendinginkan sampai -130 derajat. Kalau sudah dingin, baru bisa masukin LNG-nya. Itu salah satu yang bisa kita jual," ujarnya. Meski menguntungkan, ia mengakui ada tantangan, terutama terkait keandalan molekul gas yang menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi perusahaan.

Bisnis 'Kos-kosan' LNG yang Berkelanjutan

Selain GUCD, PAG juga mengandalkan bisnis LNG Hub yang disamakannya dengan "indekos" bagi kapal-kapal pengangkut LNG. "Ini kos-kosan buat LNG. Begitu masuk, bayar, selesai. Kita tak punya pengeluaran apa-apa lagi, hanya biaya maintenance dan operasional," terang Yudi. Model bisnis ini menjadi alternatif strategis ketika pendapatan dari regasifikasi mulai menurun. PAG menyewakan tangki penyimpanan kepada mitra untuk menitipkan LNG milik mereka, dan dengan infrastruktur yang mumpuni, Yudi optimistis bisnis ini bisa berjalan kontinu.

Dari sudut pandang analisis, langkah PAG ini cerdas dan antisipatif. Di tengah fluktuasi harga gas dan pergeseran permintaan, diversifikasi ke layanan bernilai tambah seperti GUCD dan penyewaan fasilitas penyimpanan memberikan stabilitas pendapatan jangka panjang. Ini juga memperkuat posisi PAG sebagai pemain kunci dalam rantai pasok LNG di Asia Tenggara, tidak sekadar bergantung pada aktivitas regasifikasi yang kerap tertekan oversuplai.

Namun, tantangan teknis seperti keandalan molekul gas dalam proses GUCD harus segera diatasi agar layanan ini tidak hanya menjanjikan secara bisnis, tapi juga operasional. Kepercayaan pelanggan adalah segalanya, dan PAG perlu memastikan konsistensi kualitas agar bisa bersaing dengan hub LNG regional lainnya.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa itu layanan GUCD dan mengapa penting?
GUCD adalah proses pendinginan tangki kapal hingga suhu sangat rendah sebelum diisi LNG. Proses ini krusial untuk mencegah kerusakan struktural dan memastikan keamanan pengangkutan gas cair.

Bagaimana model bisnis LNG Hub yang ditawarkan PAG?
PAG menyewakan tangki penyimpanan LNG kepada mitra sebagai tempat penitipan gas. Mirip dengan jasa penyewaan gudang, di mana PAG hanya memungut biaya sewa tanpa harus membeli atau menjual gas itu sendiri.

Apakah bisnis ini bisa menjadi andalan utama PAG ke depan?
Sangat mungkin. Dengan infrastruktur yang dimiliki dan tren peningkatan perdagangan LNG regional, bisnis ini menawarkan pendapatan berulang (recurring income) yang lebih stabil dibandingkan regasifikasi yang sangat tergantung pada permintaan listrik dan industri.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ