Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Banjir Bandang Terjang 3 Kabupaten di Sumut: Ribuan Jiwa Terendam, BPBD Siaga 24 Jam

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Banjir Bandang Terjang 3 Kabupaten di Sumut: Ribuan Jiwa Terendam, BPBD Siaga 24 Jam
BAGIKAN:

Hujan deras dengan intensitas ekstrem yang mengguyur Sumatera Utara sejak Minggu malam memicu banjir di tiga wilayah strategis: Kabupaten Deliserdang, Kota Medan, dan Kabupaten Langkat. Ribuan kepala keluarga terpaksa merasakan genangan air setinggi 1 meter di pemukiman mereka, sementara ruas-ruas jalan utama terputus. Meski demikian, hingga Senin sore, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut memastikan tidak ada korban jiwa maupun pengungsi, namun kewaspadaan tetap ditingkatkan menyusul potensi curah hujan lanjutan.

Kejadian ini menjadi pengingat getir akan kerentanan infrastruktur pengendali banjir di wilayah perkotaan dan perdesaan Sumut. Sri Wahyuni Pancasilawati, Kabid Penanganan Darurat Peralatan dan Logistik BPBD Sumut, mengungkapkan bahwa banjir di Deliserdang dipicu oleh meluapnya Sungai Sei Putih setelah hujan lebat selama lebih dari 12 jam. "Di Desa Punden Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, air mencapai 15 sentimeter dan merendam 30 KK. Kami sudah koordinasi dengan pemerintah desa untuk usulan pembuatan pintu klep guna mencegah air masuk ke drainase," ujarnya dalam keterangan pers.

Medan Darurat: 482 Rumah dan Hampir 2.000 Jiwa Terdampak

Kota Medan mencatat dampak paling signifikan secara jumlah rumah dan jiwa. BPBD mencatat 482 unit rumah di Kecamatan Medan Maimun terendam, dengan total 817 KK atau 1.948 jiwa yang terdampak. Rincian di tiga kelurahan menunjukkan bahwa Kelurahan Hamdan mengalami 127 rumah terendam (330 KK/548 jiwa), Kelurahan Sei Mati 275 rumah (327 KK/1.050 jiwa), dan Kelurahan Aur 80 rumah (160 KK/350 jiwa). Angka ini menggambarkan betapa padatnya permukiman di kawasan bersejarah Medan yang rentan terhadap luapan air hujan.

Yang mengkhawatirkan, tidak ada sistem peringatan dini yang terintegrasi secara efektif di tingkat kelurahan. BPBD Sumut mengaku telah berkoordinasi dengan BPBD Kota Medan dan menerjunkan petugas pemantauan di titik-titik rawan. "Kami imbau warga tetap siaga jika terjadi kenaikan debit air secara tiba-tiba," tegas Sri Wahyuni. Namun, pertanyaan besar menggenang: mengapa langkah preventif seperti normalisasi sungai dan perbaikan drainase belum menjadi prioritas utama setelah banjir tahun lalu?

Langkat Terparah: 2.678 KK Tenggelam di Empat Kecamatan

Kabupaten Langkat menjadi wilayah dengan cakupan terdampak terluas. Hujan yang berlangsung dua hari berturut-turut di hulu Sungai Batang Serangan membuat debit air melonjak drastis. Banjir mulai terjadi pukul 06.00 WIB dan merendam empat kecamatan: Batang Serangan, Sawit Seberang, Padang Tualang, dan Tanjung Pura. Total 2.678 KK terdampak, dengan ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga 1 meter.

  • Kecamatan Batang Serangan โ€“ Desa Sei Bamban: 840 KK terendam, air 30 cm โ€“ 1 m.
  • Kecamatan Sawit Seberang โ€“ Desa Alur Gadung: 630 KK, air 30 โ€“ 60 cm.
  • Kecamatan Padang Tualang โ€“ Desa Tebing Tanjung Selamat: 728 KK, air 30 โ€“ 70 cm.
  • Kecamatan Tanjung Pura โ€“ Kelurahan Pekan Tanjung Pura: 480 KK, air 30 โ€“ 70 cm.

Meski tidak ada pengungsi, kondisi ini memicu kekhawatiran akan dampak kesehatan dan aktivitas ekonomi warga yang lumpuh. BPBD menyiagakan perahu karet, mobil tangki air, dan perlengkapan darurat, serta mengaktifkan posko Pusdalops 24 jam. "Ketinggian air masih bertahan, kami terus koordinasi dengan BPBD Langkat," tambah Sri Wahyuni.

Sebagai jurnalis investigasi, saya menilai bencana ini bukan sekadar "musibah alam", melainkan cerminan kegagalan tata ruang dan lemahnya penegakan regulasi. Daerah resapan air di hulu Sungai Batang Serangan terus menyusut akibat alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit dan permukiman liar. Pemerintah provinsi dan kabupaten perlu segera mengevaluasi izin lingkungan dan mempercepat program normalisasi sungai secara komprehensif. Jika tidak, genangan seperti ini akan berulang setiap musim hujan, dengan biaya sosial yang semakin besar.

FAQ Terkait Berita Ini

Apakah ada korban jiwa dalam banjir Sumut kali ini?
Tidak. BPBD Sumut memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi hingga Senin malam.

Berapa total warga yang terdampak banjir di tiga wilayah?
Secara keseluruhan, diperkirakan lebih dari 3.500 KK terdampak, dengan rincian 30 KK di Deliserdang, 817 KK di Medan, dan 2.678 KK di Langkat.

Langkah apa yang dilakukan BPBD untuk antisipasi banjir susulan?
BPBD menyiagakan posko 24 jam, personel, perahu karet, dan mobil tangki, serta melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk evakuasi dini jika diperlukan.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ