15 Tahun Berkonflik, Liam dan Noel Gallagher Akhirnya Akur di Depan Anak-Anak Mereka—Dokumenter Oasis Ungkap Semua!
Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Venice, Italia – Momen haru sekaligus mengejutkan tercipta saat Oasis merilis dokumenter terbaru mereka, Oasis: Don't Look Back In Anger, yang tayang perdana di Venice Film Festival 2026 pada Sabtu (5/9). Film ini mengungkap detik-detik dramatis di mana dua bersaudara yang sudah 15 tahun bermusuhan, Liam dan Noel Gallagher, akhirnya kembali berdamai demi tur reuni bersejarah mereka, Live '25. Apa yang menjadi pemicu utama? Ternyata, bukan sekadar musik atau tawaran uang, melainkan peran tak terduga dari anak-anak mereka yang menjadi 'perekat' hubungan yang sempat retak parah.
Dokumenter garapan Steven Knight, kreator di balik Peaky Blinders, ini bukan cuma menampilkan adegan latihan atau cuplikan konser. Knight dengan cermat merekam proses rekonsiliasi yang berawal dari pertengkaran di belakang panggung pada 2009 di Paris, Prancis, yang menjadi titik balik perpecahan mereka. Menurut Knight, 'Mereka adalah pria dari kalangan kelas pekerja. Mereka tidak akan menunjukkan emosi, bahkan tidak akan berjabat tangan.' Namun, segalanya berubah drastis ketika anak-anak dari kedua musisi itu, yang ternyata adalah sepupu, bertemu dan secara alami menjalin keakraban.
Anak-Anak Gallagher: Perekat yang Tak Terduga
Knight menceritakan momen canggung saat Liam dan Noel pertama kali bertemu untuk latihan tur. Liam yang terkenal blak-blakan langsung menggerutu soal pelindung akustik di sekitar drum, lalu tanpa basa-basi menyanyikan lagu-lagu andalan dengan gaya khasnya, dan pergi tanpa pamit. Tapi ketika anak-anak mereka bersepupu itu mulai berinteraksi, suasana berubah. 'Menurut saya, begitu anak-anak mereka mulai terlibat, itulah yang menjadi perekatnya,' ujar Knight. Anak-anak Gallagher yang sebelumnya tidak saling mengenal justru menjadi teman akrab, dan kehangatan hubungan mereka secara perlahan menular pada ayah-ayah mereka yang keras kepala.
Bukti nyata kerukunan itu pun terlihat saat keduanya tiba di Venice Film Festival dengan perahu, berdampingan melambaikan tangan ke penggemar yang sudah memadati venue sejak pagi. Momen sederhana itu menjadi pelengkap sensasi hangat di bawah cuaca cerah Italia, sekaligus sinyal bahwa reuni Oasis bukan sekadar proyek komersial, melainkan perjalanan emosional yang nyata.
Dari Panggung ke Layar Lebar: Tren Dokumenter Tur yang Menguntungkan
Selain drama keluarga, film ini juga mengupas mengapa band rock legendaris yang telah berkiprah 30 tahun ini tetap memiliki daya tarik lintas generasi. Seperti dilansir AFP, Don't Look Back in Anger menjadi bagian dari tren baru yang kian populer: merilis film dokumenter tur konser. Fenomena ini memberi kesempatan bagi penggemar yang tak kebagian tiket untuk merasakan atmosfer tur dengan biaya lebih terjangkau, bahkan dari kenyamanan bioskop atau layar kaca di rumah.
Knight sendiri mengakui bahwa kesuksesan film konser Taylor Swift (The Eras Tour, 2023) yang meraup US$260 juta dan Beyoncé dengan US$44 juta menjadi preseden kuat. 'Menurut saya ini hal yang sangat bagus. Alasan orang mau mendanai proyek seperti ini adalah karena mereka melihat adanya preseden keberhasilan sebelumnya,' katanya. Oasis pun ikut memanfaatkan momentum, tapi dengan bumbu emosi yang jauh lebih dalam.
Di Balik Kekasaran, Ada Kerentanan
Meski dokumenter Oasis ini tak lepas dari kata-kata kasar khas mereka, Knight memastikan film ini pada dasarnya adalah hiburan yang menyenangkan dan membangkitkan semangat. Namun, ia juga menyoroti sisi rentan kedua bersaudara: kegelisahan Liam akan melakukan kesalahan, yang mendorongnya berhenti merokok dan minum alkohol selama tur, serta perjuangan Noel mengendalikan emosi saat memulai konser di Cardiff pada Juli 2025 setelah lebih dari 15 tahun vakum. Film yang akan tayang 11 September 2026 ini secara singkat juga mengulas masa-masa kelam perpisahan 2009, tapi dengan penutupan yang optimistis.
Analisis Nadia Putri: Bagi saya, dokumenter ini bukan sekadar nostalgia 90-an, melainkan cermin bagaimana ikatan keluarga—terutama anak-anak—bisa meluluhkan ego yang sudah membatu selama bertahun-tahun. Oasis mungkin tetap akan melontarkan sindiran, tapi di balik layar, ada cerita manusiawi yang jarang terungkap. Dan tren film konser ini, menurut saya, adalah angin segar bagi industri musik yang terus beradaptasi dengan cara baru menjangkau penggemar. Sayangnya, kita masih harus menunggu apakah reuni ini akan bertahan lama atau hanya sesaat—tapi setidaknya, momen akur di Venice sudah menjadi sejarah tersendiri.
FAQ Terkait Berita Ini
- Kapan dokumenter Oasis 'Don't Look Back in Anger' tayang di bioskop?
Film ini dijadwalkan rilis pada 11 September 2026, setelah tayang perdana di Venice Film Festival pada 5 September 2026. - Apa penyebab utama keretakan Liam dan Noel Gallagher selama 15 tahun?
Perselisihan mereka bermula dari pertengkaran di belakang panggung pada 2009 di Paris, Prancis, yang akhirnya membuat Oasis bubar. - Apakah anak-anak Liam dan Noel benar-benar berperan dalam rekonsiliasi?
Ya, menurut sutradara Steven Knight, interaksi alami antara anak-anak mereka (yang merupakan sepupu) menjadi perekat yang melunakkan hubungan kedua musisi tersebut.

