Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Prabowo Perintahkan Himbara Buka Rekening untuk Seluruh Rakyat: Jalan Mulus Menuju Keuangan Inklusif?

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Prabowo Perintahkan Himbara Buka Rekening untuk Seluruh Rakyat: Jalan Mulus Menuju Keuangan Inklusif?
BAGIKAN:

Presiden RI, Prabowo Subianto, mengeluarkan instruksi tegas kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menjemput bola dan membukakan rekening koran bagi seluruh penduduk Indonesia. Langkah ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (7/9).

Airlangga menjelaskan bahwa arahan presiden bertujuan memastikan setiap warga negara memiliki akses ke sistem perbankan formal, dengan memanfaatkan data kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) yang akan dipadupadankan dengan sistem Bank Indonesia, terutama untuk kanal pembayaran dan gerbang sistem melalui QRIS. "Ini disiapkan agar literasi dan inklusi keuangan kita mencapai optimal, lebih tinggi dari capaian saat ini," ujarnya.

Revolusi Administratif atau Gebrakan Politik?

Instruksi presiden ini bukan sekadar program seremonial. Di balik jargon inklusi, ada ambisi besar mendorong seluruh arus bantuan sosial, subsidi, dan program pemerintah masuk langsung ke rekening warga—sekaligus memotong rantai birokrasi yang kerap menjadi celah korupsi. Sebagai pengamat ekonomi makro, saya menilai langkah ini sangat strategis, namun eksekusi di lapangan akan menjadi ujian nyata bagi sinergi antarlembaga. Bank BRI dan Bank Syariah Indonesia sebagai ujung tombak Himbara harus siap melayani puluhan juta penduduk yang mungkin baru pertama kali bersentuhan dengan perbankan.

Data & Tantangan Inklusi Keuangan

Airlangga memaparkan data OJK dan BPS yang mencatat tingkat inklusi keuangan nasional sudah mencapai 93,62 persen, sementara literasi keuangan di angka 69,57 persen—di atas standar OECD (63 persen). Namun, angka itu belum menggambarkan kesenjangan antardaerah dan tingkat penggunaan layanan aktif. Dengan pembukaan rekening massal, pemerintah ingin memastikan bahwa angka inklusi tidak sekadar statistik, melainkan benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Program ini juga sejalan dengan upaya percepatan digitalisasi ekonomi nasional. Penggunaan QRIS sebagai gateway akan memudahkan transaksi mikro di seluruh lapisan usaha, dari pedagang kaki lima hingga UMKM. Yang perlu diwaspadai adalah kesiapan infrastruktur, keamanan data, dan edukasi berkelanjutan agar masyarakat tidak terjebak dalam jeratan pinjaman online ilegal atau penipuan digital.

FAQ Terkait Berita Ini

1. Apakah semua warga Indonesia wajib memiliki rekening?
Instruksi presiden mengarah pada upaya menjemput bola agar seluruh penduduk memiliki rekening, namun sifatnya masih dalam tahap persiapan dan akan diintegrasikan dengan program pemerintah.

2. Bagaimana proses pembukaan rekening bagi masyarakat yang belum punya?
Proses akan mengacu pada data Dukcapil dan dipadankan dengan sistem Bank Indonesia. Bank Himbara (BRI dan BSI) akan memfasilitasi secara bertahap.

3. Apa manfaat memiliki rekening bagi masyarakat?
Selain akses ke perbankan, rekening akan digunakan sebagai kanal penyaluran berbagai bantuan sosial dan subsidi, serta memudahkan transaksi digital melalui QRIS.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸