Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kebakaran Pabrik Plastik di Tangerang: 31 Jam Berjibaku, Api Justru Membesar, Kerugian Tembus Rp10 Miliar

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Kebakaran Pabrik Plastik di Tangerang: 31 Jam Berjibaku, Api Justru Membesar, Kerugian Tembus Rp10 Miliar
BAGIKAN:

TANGERANG — Kebakaran hebat yang meludeskan pabrik produksi plastik PT Technoplastika Prima Perdana di Desa Sentul Jaya, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, belum juga padam setelah 31 jam bergulir. Api pertama kali menyulut pada Minggu (6/9) pukul 12.08 WIB, namun hingga Senin (7/9) pukul 19.16 WIB, petugas pemadam kebakaran masih kewalahan menjinakkan titik api yang justru kembali membesar. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengonfirmasi kondisi darurat ini, dengan 7 unit armada dan puluhan personel dikerahkan. Pertanyaannya, mengapa penanganan darurat sebesar ini masih belum mampu menguasai amukan si jago merah? Inilah fakta di lapangan dan analisis kritis seorang jurnalis investigasi.

Peristiwa ini bukan sekadar musibah. Bagi warga sekitar, ini adalah mimpi buruk yang berkepanjangan. Meski BPBD menjamin tidak ada rumah warga yang turut terbakar, satu rumah dilaporkan rusak akibat tertimpa reruntuhan tembok pabrik. Namun, yang lebih meresahkan adalah durasi pemadaman yang mencapai lebih dari satu hari penuh. Achmad Taufik beralasan bahwa material berupa bahan baku plastik memiliki sifat mudah terbakar dan memerlukan waktu ekstra untuk dipadamkan, berbeda dengan kayu atau ilalang. Namun, benarkah hanya itu?

Kritik: Kesiapan dan Protokol Darurat Dipertanyakan

Sebagai jurnalis investigasi yang telah menyusuri banyak kasus kebakaran industri, saya menilai ada lubang besar dalam sistem penanggulangan bencana di kawasan padat industri seperti Balaraja. Kebakaran yang berlangsung 31 jam menunjukkan bahwa tidak hanya material yang sulit, tetapi juga koordinasi, peralatan, dan akses air tampaknya tidak optimal. Apakah pabrik ini memiliki sistem sprinkler yang memadai? Apakah audit keselamatan kebakaran pernah dilakukan secara rutin oleh Dinas Tenaga Kerja dan BPBD? Pertanyaan-pertanyaan ini mengemuka ketika melihat api yang justru membesar di tengah upaya pemadaman. Ini bukan kali pertama kebakaran pabrik di Tangerang terjadi dengan durasi panjang. Ironisnya, kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp10 miliar belum termasuk potensi dampak lingkungan dari asap beracun yang mengancam permukiman.

Fakta di Lapangan dan Respons BPBD

Menurut keterangan resmi, proses pemadaman dipersulit oleh tumpukan plastik yang terus menyala di bagian dalam gudang. Tim BPBD terpaksa menggunakan teknik pemadaman berbusa untuk membatasi oksigen, namun ketinggian tumpukan dan risiko runtuhnya struktur bangunan membuat petugas harus bertindak hati-hati. Achmad Taufik menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa, dan upaya pendinginan terus dilakukan secara bergiliran. Namun, ia pun mengakui bahwa kondisi api yang kembali membesar menandakan bahwa sumber panas masih tersembunyi di kedalaman material.

Analisis: Perlunya Evaluasi Total Keselamatan Industri

Sebagai pimpinan redaksi yang kerap mengupas tuntas kasus serupa, saya melihat ini sebagai alarm bagi pemerintah daerah dan pelaku industri. Sudah saatnya ada regulasi ketat yang mewajibkan pabrik berbahan baku mudah terbakar untuk memiliki sistem deteksi dan pemadaman otomatis yang terintegrasi, serta rencana kontingensi yang matang. Bukan hanya sekadar surat izin yang menjadi formalitas. Masyarakat berhak atas rasa aman, dan negara hadir melalui pengawasan yang tegas. Jika tidak, kebakaran seperti ini akan terus berulang, dan kerugian bukan hanya materil, tetapi juga nyawa yang tidak ternilai.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa penyebab utama kebakaran pabrik plastik di Tangerang?
Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti, namun dugaan sementara adalah korsleting listrik atau ledakan pada mesin produksi. Belum ada pernyataan resmi dari kepolisian.

Apakah ada korban jiwa dalam kejadian ini?
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa. Namun satu rumah warga mengalami kerusakan akibat reruntuhan tembok pabrik.

Berapa lama waktu pemadaman yang dibutuhkan?
BPBD memperkirakan proses pendinginan total masih memakan waktu puluhan jam ke depan mengingat material plastik yang sulit dipadamkan. Warga diminta menjauhi lokasi dan menggunakan masker untuk menghindari asap.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸