Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Gunung Anak Krakatau Meletus: 8 Bandara Ditutup, 17.000 Penumpang Terdampar dan Pembelajaran Jarak Jauh di Jakarta

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gunung Anak Krakatau Meletus: 8 Bandara Ditutup, 17.000 Penumpang Terdampar dan Pembelajaran Jarak Jauh di Jakarta
BAGIKAN:

Erupsi dahsyat Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat (4/9) lalu memicu kekacauan transportasi udara dan aktivitas pendidikan di Indonesia, dengan delapan bandara ditutup, ratusan penerbangan dibatalkan, dan ribuan penumpang terdampar di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kolom abu vulkanik menyembur hingga ketinggian 50.000 kaki (sekitar 15.000 meter), memaksa otoritas penerbangan untuk menangguhkan operasi hingga Senin dini hari, sementara sebaran abu juga mencapai Jakarta dan memaksa sekolah-sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh.

Dampak Penerbangan: 964 Penerbangan Batal, 17.000 Penumpang Terdampar

Kementerian Perhubungan Indonesia mencatat sedikitnya 964 penerbangan terdampak akibat penutupan bandara, yang dimulai pada Minggu (6/9). Bandara Soekarno-Hatta, sebagai gerbang utama penerbangan Indonesia, menangguhkan operasi hingga Senin pukul 01.00 waktu setempat. Maskapai besar seperti Singapore Airlines, Malaysia Airlines, dan AirAsia terpaksa membatalkan rute dari dan menuju Jakarta. Media asing, termasuk Channel News Asia dan BBC, menyoroti skala gangguan ini, dengan Al Jazeera melaporkan bahwa sekitar 17.000 penumpang terdampar di terminal-terminal yang padat.

Erupsi dan Cakupan Geografis

Letusan Anak Krakatau menghadirkan fenomena vulkanik yang spektakuler namun mengancam. Lava pijar dan gemuruh terdengar hingga jarak 700 kilometer, sementara abu vulkanik terdeteksi hingga ketinggian 6.000 meter dan gumpalan asap membubung sampai 15.000 meter. Abu menyebar ke sisi Sumatra dan sebagian provinsi Banten di Jawa, termasuk ke wilayah Jakarta yang berjarak sekitar 150 kilometer dari kawah. Ancaman vulkanik ini memaksa pemerintah daerah untuk mengantisipasi dampak kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Respon Global dan Analisis

Liputan media internasional seperti CNN dan BBC menempatkan erupsi ini sebagai peristiwa signifikan dalam dinamika bencana alam di Asia Tenggara. Analisis kami melihat bahwa kejadian ini tidak hanya menguji kesiapsiagaan bencana Indonesia, tetapi juga menyoroti kerentanan rantai logistik udara di kawasan yang padat penduduk. Penutupan bandara secara serentak menunjukkan betapa besar dampak aktivitas vulkanik terhadap konektivitas regional, mengingat posisi strategis Selat Sunda sebagai jalur penerbangan internasional. Ke depan, koordinasi antara otoritas vulkanologi, meteorologi, dan penerbangan perlu diperkuat untuk meminimalkan risiko dan menyusun protokol evakuasi yang lebih responsif.

Dampak Sosial: Pembelajaran Jarak Jauh Kembali Diberlakukan

Selain gangguan transportasi, sebaran abu vulkanik juga berdampak pada sektor pendidikan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk memberlakukan pembelajaran jarak jauh di sekolah-sekolah sebagai langkah antisipasi terhadap kualitas udara yang memburuk. Keputusan ini mengingatkan kembali pada kebijakan serupa saat pandemi, namun kali ini pemicunya adalah fenomena alam. Meski abu mulai menyebar, hujan abu tipis dilaporkan di beberapa wilayah, sehingga aktivitas di luar rumah tetap diimbau untuk menggunakan masker dan perlindungan pernapasan.

FAQ Terkait Berita Ini

1. Berapa bandara yang ditutup akibat erupsi Anak Krakatau?
Delapan bandara di Indonesia, termasuk Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta, ditutup pada Minggu (6/9) dan operasi baru dibuka secara bertahap pada Senin dini hari.

2. Apakah dampak erupsi sudah berakhir?
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas vulkanik masih terpantau dengan status waspada. Masyarakat diimbau mengikuti arahan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta otoritas setempat.

3. Bagaimana pengaruh abu vulkanik terhadap kesehatan?
Abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan dan mata, terutama bagi kelompok rentan. Penggunaan masker dan menghindari aktivitas luar ruangan sangat dianjurkan di area terdampak.

Meow! Tanya Nesi!
😸