Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Trump Tertidur Saat Siaran Langsung Fox News, Lalu Menjawab Pertanyaan Nuklir Iran dengan 'Bodoh'

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Trump Tertidur Saat Siaran Langsung Fox News, Lalu Menjawab Pertanyaan Nuklir Iran dengan 'Bodoh'
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Presiden AS Donald Trump tertangkap kamera tertidur saat siaran langsung Fox News dari Gedung Putih.
  • Insiden terjadi saat pengumuman kebijakan tarif dagang AS-Kanada, namun Trump kembali terjaga saat sesi tanya jawab wartawan.
  • Trump menegaskan telah mengesampingkan opsi nuklir terhadap Iran dan menyebut pertanyaan terkait sebagai 'bodoh'.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah kamera menangkapnya tampak tertidur saat siaran langsung Fox News dari Gedung Putih. Peristiwa itu terjadi ketika Trump berada di Ruang Oval untuk membahas kebijakan perdagangan AS di tengah meningkatnya ketegangan dengan Kanada, Selasa (1/9).

Fox News sempat menghentikan siaran reguler untuk menyampaikan berita mendesak mengenai perubahan tarif perdagangan terkait sengketa dagang AS-Kanada. Dalam tayangan langsung tersebut, Trump terlihat mengantuk dan memejamkan mata saat mendengarkan pengumuman yang disampaikan kepada awak media. Namun, ia tampak kembali bersemangat setelah juru bicara memberikan kesempatan kepada wartawan untuk mengajukan pertanyaan.

Salah satu wartawan menanyakan perkembangan terbaru seputar perang AS dengan Iran, menyusul klaim mantan anggota Kongres bahwa Gedung Putih sedang membahas kemungkinan penggunaan senjata nuklir terhadap Iran dalam rencana 'yang benar-benar jahat' awal pekan ini. Trump menjawab bahwa dirinya telah mengesampingkan opsi tersebut, namun menilai pertanyaan itu tidak masuk akal. ''Yah, aku tidak akan pernah mengatakan itu, tapi jawabannya ya, aku sudah mengesampingkannya. Tidak ada alasan untuk itu. Pertanyaan bodoh sekali,'' ujarnya. Trump menambahkan bahwa Iran telah kalah secara militer sehingga tidak ada alasan bagi AS untuk menggunakan senjata nuklir.

Momen ketiduran Trump menjadi perbincangan hangat di media sosial, terutama di X (sebelumnya Twitter). Sejumlah pengguna mengejek penampilan Trump, dengan salah satu komentar berbunyi: ''Trump baru saja tertidur sepanjang acara siang hari lainnya.''

Analisis Pakar

Insiden ketiduran seorang pemimpin negara saat siaran langsung bukanlah hal sepele, terutama ketika menyangkut pengumuman kebijakan strategis di tengah ketegangan internasional. Dalam konteks ini, kejadian tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai kapasitas fisik dan mental seorang presiden yang harus mengambil keputusan-krusial, mulai dari perang dagang hingga ancaman nuklir. Meskipun setiap orang bisa lelah, momen publik seperti ini menjadi cermin dari gaya kepemimpinan yang kerap kontroversial, di mana citra dan persepsi publik sama pentingnya dengan substansi kebijakan.

Dari sisi diplomasi, respons Trump terhadap pertanyaan nuklir Iran justru memperkuat pola komunikasi yang tidak biasa—menggabungkan penegasan tegas dengan nada meremehkan. Dengan menyebut pertanyaan wartawan sebagai ''bodoh'', Trump mengalihkan perhatian dari isi jawabannya ke gaya bertanya. Padahal, klaim mantan anggota Kongres tentang skenario nuklir—meskipun tidak terbukti—cukup serius untuk membutuhkan klarifikasi lebih mendalam, bukan sekadar sindiran. Sikap ini dapat memicu interpretasi ambigu di kancah internasional, baik bagi sekutu maupun lawan, terutama Iran yang mungkin melihat pernyataan Trump sebagai sinyal ketidakseriusan atau justru sebagai taktik untuk meremehkan ancaman mereka.

Lebih jauh, momen ketiduran tersebut juga menjadi bahan perbandingan dengan gaya kepemimpinan presiden-presiden sebelumnya, di mana protokol publik dan kewaspadaan selalu dijaga ketat. Media sosial memang memperbesar setiap kelemahan, namun dalam era informasi yang instan, insiden seperti ini dapat menggerus kepercayaan publik terhadap kredibilitas pemerintahan. Sebagai analis hubungan internasional, penting untuk melihat bahwa kejadian ini bukan hanya gosip politik, melainkan cerminan dari polarisasi opini yang semakin tajam di AS, di mana setiap gerak-gerik presiden dijadikan alat pembenaran oleh kubu masing-masing.

Di tengah ketegangan dagang dengan Kanada dan potensi konflik dengan Iran, stabilitas dan konsistensi kepemimpinan menjadi aset utama. Jika pemimpin menunjukkan kelelahan atau ketidaktertarikan pada detail kebijakan, maka mitra dagang dan lawan geopolitik akan membaca itu sebagai kelemahan. Oleh karena itu, apa yang tampak sebagai insiden sepele sebenarnya dapat mempengaruhi dinamika negosiasi dan posisi tawar AS di panggung global. Ke depan, tim komunikasi Gedung Putih mungkin perlu lebih selektif dalam mengatur jadwal dan memastikan presiden dalam kondisi prima saat menghadapi media, demi menjaga citra ketangguhan yang selama ini dibangun.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apakah benar Donald Trump tertidur saat siaran langsung Fox News?
    A: Ya, kamera menangkap Trump tampak mengantuk dan memejamkan mata saat siaran langsung di Ruang Oval, namun ia terbangun kembali saat sesi tanya jawab.
  • Q: Apa jawaban Trump soal penggunaan senjata nuklir terhadap Iran?
    A: Trump menyatakan bahwa ia telah mengesampingkan opsi tersebut, tidak ada alasan untuk menggunakannya, dan menyebut pertanyaan wartawan sebagai 'bodoh'.
  • Q: Apa konteks kebijakan yang sedang diumumkan saat itu?
    A: Pengumuman terkait perubahan tarif perdagangan AS di tengah sengketa dagang dengan Kanada, yang merupakan bagian dari kebijakan perdagangan proteksionis Trump.

BERITA TERKAIT (Dunia)

Meow! Tanya Nesi!
😸